MANDAU,DURIPOS.COM – Keindahan busana tradisional Minangkabau turut mewarnai kemeriahan kegiatan Budaya Serumpun yang digelar di Halaman LAMR Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Melalui stand Ikatan Keluarga Minang (IKM) Duri, beragam pakaian adat khas Ranah Minang diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Minangkabau kepada generasi muda.
Berbagai busana adat yang ditampilkan memiliki keunikan tersendiri, mulai dari songket Pandai Sikek asli, baju kuruang basiba, selendang Koto Gadang, serta sejumlah perlengkapan dan aksesori adat Minangkabau lainnya.
Setiap busana tidak sekadar menampilkan keindahan motif dan perpaduan warna, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, filosofi, serta identitas budaya masyarakat Minangkabau. Keanggunan baju kuruang basiba, misalnya, mencerminkan nilai kesopanan perempuan Minang, sementara songket Pandai Sikek dikenal dengan keindahan tenunan dan motif tradisionalnya.
Kehadiran stand IKM Duri menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan Budaya Serumpun. Pengunjung dapat melihat secara langsung ragam busana adat Minangkabau sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Pemilik koleksi busana adat tersebut, Yen Syaida atau yang akrab disapa Mak Yen, menyebutkan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan Budaya Serumpun merupakan kesempatan untuk memperkenalkan pakaian adat Minangkabau kepada masyarakat luas.
Menurutnya, budaya tradisional harus terus diperkenalkan dan dilestarikan agar tidak tergerus perkembangan zaman. Apalagi, busana adat bukan hanya pakaian untuk kegiatan seremonial, melainkan bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Minangkabau.
“Melalui kegiatan Budaya Serumpun ini, kita ingin memperkenalkan lebih dekat pakaian adat Minangkabau kepada masyarakat. Banyak kekayaan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan, termasuk busana adat yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tersendiri,” ujar Mak Yen kepada Duripos.com, Jum’at (6/11/2026).
Ia juga berharap kegiatan seperti Budaya Serumpun dapat terus dilaksanakan karena menjadi ruang bagi berbagai suku dan komunitas untuk memperkenalkan kekayaan tradisi masing-masing, sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Mandau.
Tak hanya dipamerkan, masyarakat yang tertarik memiliki busana adat Minangkabau juga dapat memperolehnya langsung melalui Mak Yen.
Bagi masyarakat yang ingin melihat koleksi maupun membeli busana adat Minangkabau, dapat mengunjungi Mak Yen di Jalan Purnama, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, atau menghubungi nomor 0812-6182-428.
Melalui stand IKM Duri ini, Budaya Serumpun tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi wadah memperkenalkan, menjaga, serta menghidupkan warisan budaya Nusantara di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.**











Komentar