Kompang dan Tambua Iringi Pawai Budaya Serumpun, Camat Mandau Apresiasi Kolaborasi Lintas Budaya

Bengkalis19 Dilihat

MANDAU, DURIPOS.COM – Semarak keberagaman budaya mewarnai Kecamatan Mandau melalui kegiatan Budaya Serumpun yang menghadirkan berbagai suku dan paguyuban masyarakat. Camat Mandau, Riki Rihardi, S.STP., M.Si., secara langsung melepas pawai budaya yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan tersebut, Kamis (5/11/2026).

Pelepasan pawai berlangsung meriah dengan iringan kesenian kompang dan grup Tambua. Berbagai kelompok masyarakat tampil membawa identitas serta kekayaan tradisi masing-masing, menciptakan suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan.

Di tengah keberagaman yang menjadi warna kehidupan masyarakat Mandau, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya. Lebih dari itu, Budaya Serumpun menjadi ruang perjumpaan untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus merawat nilai-nilai persatuan antarsuku.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Mandau Riki Rihardi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan kolaborasi lintas budaya tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan sosial masyarakat Kecamatan Mandau yang terdiri dari berbagai suku, adat, dan latar belakang budaya.

Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada Kapolsek Mandau AKP I Made Pasek, Danramil 03 Mandau, Kapten CZI Suratmin, yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan sehingga berbagai unsur masyarakat, keluarga besar, serta kelompok budaya dapat berkumpul dan berkolaborasi bersama pemerintah.

Apresiasi serupa juga disampaikan kepada Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau, Datuk Zulpan Efendi, panitia pelaksana, serta seluruh perwakilan kelompok budaya yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Adapun kelompok budaya yang turut memeriahkan pawai di antaranya Ikatan Keluarga Minang (IKM), LAMR Mandau, Tameng Adat, Suku Sakai, Kelompok Seni Anak Negeri, Pelko Duri, Ikatan Keluarga Bunga Setangkai (IKBS), Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD), Persatuan Masyarakat Batak Duri Sejahtera (PMBDS), Gonjong Limo Mandau Adat Salingka Nagari, PKDP Mandau, GP2S, KBRC serta Grib Jaya Mandau, PP Mandau.

Keikutsertaan masyarakat Melayu, Sakai, Minangkabau, Jawa, Batak, dan berbagai kelompok lainnya menjadi gambaran nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan. Justru, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang dapat dirajut menjadi kebersamaan.

Kegiatan Budaya Serumpun turut dihadiri Bupati Bengkalis yang diwakili Asisten I Aryadi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis H. Misno Syakirin, Camat Mandau Riki Rihardi, Danramil 03 Mandau Kapten CZI Suratmin, Kapolsek Mandau AKP I Made Pasek SB, S.I.K., M.A., Ketua LAMR Mandau Zulpan Efendi, serta Ketua IKM Bengkalis Dr. Agung.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat persaudaraan dan toleransi terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, menjaga kebudayaan bukan hanya tentang mempertahankan tradisi masing-masing, tetapi juga bagaimana menjadikan perbedaan sebagai perekat persatuan.

Budaya Serumpun menjadi pesan bahwa masyarakat Mandau boleh berbeda suku dan adat, tetapi tetap satu dalam semangat kebersamaan untuk membangun Kecamatan Mandau dan Kabupaten Bengkalis yang aman, damai, serta harmonis.**

Komentar