DURI,DURIPOS.COM – Membangun komunikasi tanpa batas dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama menjadi semangat kegiatan Temu Isyarat: Teman Tuli dengan Teman Dengar yang digelar Duri Disabilities Center (DDC) di Taman Angsana, Simpang Jalan Rangau, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan pertemuan kedua ini menjadi ruang perjumpaan antara teman Tuli dan teman dengar untuk saling mengenal, berinteraksi, serta belajar memahami bahasa isyarat sebagai salah satu bentuk komunikasi yang menjembatani perbedaan.
Dengan mengusung semangat persahabatan setara dan inklusi untuk semua, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga membawa pesan penting tentang kesetaraan, penghargaan terhadap keberagaman, serta pentingnya menciptakan lingkungan sosial yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Ketua Duri Disabilities Center (DDC), Mukhlis, menyampaikan bahwa kegiatan Temu Isyarat merupakan salah satu upaya untuk mempertemukan teman Tuli dengan masyarakat umum, khususnya teman dengar, agar terbangun komunikasi dan pemahaman yang lebih baik.
Menurutnya, keterbatasan komunikasi bukanlah penghalang untuk menjalin persahabatan dan membangun kebersamaan. Melalui kegiatan ini, DDC ingin mengajak masyarakat agar lebih mengenal bahasa isyarat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap hak-hak penyandang disabilitas.
“Melalui Temu Isyarat, kami ingin menghadirkan ruang pertemuan yang setara antara teman Tuli dan teman dengar. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengenal bahasa isyarat, memahami keberagaman, dan tidak lagi menjadikan perbedaan sebagai penghalang untuk berinteraksi,” pesan Mukhlis.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari kalangan dunia usaha. PT SLB dan PT Weatherford turut memberikan dukungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan sosial yang mengedepankan nilai inklusivitas dan kesetaraan.
Perwakilan PT SLB, M. Zaki, menyampaikan apresiasi atas inisiatif DDC dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan ruang bagi teman Tuli untuk berinteraksi dan mendapatkan kesempatan yang sama di tengah masyarakat.
Ia menilai kegiatan seperti ini memiliki nilai positif karena dapat membangun kesadaran publik bahwa lingkungan yang inklusif harus dimulai dari kepedulian, saling menghargai, dan kemauan untuk memahami satu sama lain.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi DDC ini. Kegiatan seperti ini penting untuk membangun kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan, serta mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih inklusif bagi semua kalangan,” ucapnya menjadi pesan dukungan dari pihak perusahaan.
Melalui pertemuan kedua Temui Isyarat ini, DDC berharap semakin banyak masyarakat, komunitas, dan dunia usaha yang terlibat dalam gerakan inklusi disabilitas.
Sebab, komunikasi sejatinya bukan hanya tentang kemampuan berbicara dan mendengar, melainkan juga tentang kemauan untuk memahami. Dari sebuah isyarat, persahabatan dapat terjalin, dan dari kebersamaan, kesetaraan dapat diwujudkan.**















Komentar