MANDAU,DURIPOS.COM – Lapangan SMA Negeri 9 Mandau, Senin pagi (4/5/2026), berubah menjadi ruang ekspresi yang hidup. Balutan busana adat berwarna-warni, alunan puisi, hingga goresan karikatur menyatu dalam semarak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang beriringan dengan Hari Kartini 2026.
Sejak pukul 07.10 WIB, kegiatan diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat. Suasana kemudian beranjak hangat saat siswa menampilkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), disusul pembukaan resmi oleh kepala sekolah dan doa bersama sebagai penanda dimulainya rangkaian acara.
Sorotan utama jatuh pada dua lomba unggulan: fashion show antar kelas dan lomba karikatur. Dalam fashion show bertema “Ilmu dan Emansipasi: Dua Kekuatan, Satu Perubahan”, para siswa tampil percaya diri mengenakan pakaian adat yang rapi dan sarat makna, merepresentasikan semangat pendidikan dan emansipasi perempuan.
Sementara itu, lomba karikatur menjadi ruang bagi siswa menuangkan gagasan kritis dan pesan edukatif melalui karya visual yang dinilai dari kreativitas, kesesuaian tema, hingga kekuatan pesan.
Tak hanya itu, panggung juga diisi dengan pembacaan kisah inspiratif Kartini, penampilan seni kolaboratif siswa dan guru, serta musikalisasi puisi yang menambah nuansa reflektif. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba sekitar pukul 11.00 WIB.
Pembina OSIS SMAN 9 Mandau, Tesa Liantika Putri, S.Pd., mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai nasionalisme sekaligus mengasah kreativitas pelajar.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami makna Hardiknas dan Hari Kartini secara teori, tetapi juga mampu mengekspresikannya melalui karya dan penampilan,” ujarnya, didampingi Wakil Kesiswaan Vivi Sivia, S.Pd., M.M.
Kepala SMA Negeri 9 Mandau, Kander Nasution, M.Pd.I, menegaskan momentum Hardiknas yang beriringan dengan semangat Kartini menjadi ruang strategis dalam membentuk karakter siswa. Ia menyebut, pihak sekolah terus mengimplementasikan arahan Kementerian Pendidikan melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Kami mendorong peserta didik membiasakan nilai-nilai positif seperti bangun lebih awal, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat, bermasyarakat, hingga tidur tepat waktu. Ini adalah fondasi membentuk generasi yang disiplin, mandiri, dan berdaya saing,” jelasnya.
Menurutnya, semangat emansipasi Kartini juga selaras dengan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan setara, baik bagi siswa laki-laki maupun perempuan. Pendidikan, kata dia, tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat.
Kander menambahkan, penerapan sistem belajar full day school yang kini berjalan di SMAN 9 Mandau, didukung fasilitas ruang kelas berpendingin udara, turut menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan kondusif.
Dengan melibatkan seluruh siswa dan guru, peringatan Hardiknas dan Hari Kartini di SMAN 9 Mandau tahun ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi panggung pembelajaran yang menyenangkan—tempat nilai, kreativitas, dan karakter tumbuh bersama.**

















Komentar