BENGKALIS, DURIPOS.COM – Di balik tembok pemasyarakatan, harapan untuk memperbaiki diri terus tumbuh. Melalui pembinaan keagamaan dan pendidikan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis berupaya membuka jalan bagi warga binaan untuk membangun masa depan yang lebih baik dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tiga kegiatan pembinaan secara serentak, yakni Pengajian Blok Wanita, Pengajian Warga Binaan dan Santri, serta Pendidikan Kesetaraan, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIA Bengkalis ini diikuti warga binaan sesuai program pembinaan masing-masing dengan pendampingan petugas.
Pembinaan keagamaan menjadi salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai spiritual, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Pengajian Blok Wanita secara khusus ditujukan bagi warga binaan perempuan. Sementara itu, Pengajian Warga Binaan dan Santri menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, Pendidikan Kesetaraan tetap dilaksanakan sebagai bagian dari pemenuhan hak pendidikan warga binaan. Program ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperoleh pendidikan yang setara dengan jenjang pendidikan umum, sekaligus menambah pengetahuan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa pembinaan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membentuk warga binaan yang lebih produktif, berkarakter, dan siap kembali berintegrasi dengan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian maupun kemandirian warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan yang dilaksanakan secara rutin, kami berharap warga binaan dapat meningkatkan kualitas diri, memiliki bekal yang cukup setelah bebas nanti, serta menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Priyo Tri Laksono.
Menurutnya, pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Bengkalis terus mendorong terciptanya proses pembinaan yang humanis dan berkesinambungan, dengan harapan warga binaan mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan mereka serta berkontribusi secara nyata ketika kembali ke tengah masyarakat.**
















Komentar