BENGKALIS,DURIPOS.COM – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, pembinaan tidak hanya berbicara tentang kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan. Ada pula upaya menumbuhkan ketenangan hati, memperkuat keimanan, serta membuka ruang bagi setiap warga binaan untuk memperbaiki diri melalui kegiatan keagamaan.
Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Ihsan Lapas Kelas IIA Bengkalis, Jumat (23/10/2026), saat 71 peserta yang terdiri dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan santri mengikuti pengajian rutin. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menjadi bagian dari pembinaan rohani yang terus dilaksanakan pihak lapas.
Melalui pengajian ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam membentuk kepribadian warga binaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan ketenangan hati, memperkuat keimanan, dan menjadi bekal berharga bagi mereka dalam membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Priyo.
Ia menambahkan, pembinaan rohani perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, membangun kesadaran, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, pengawasan dilakukan oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), didampingi staf Bimkemaswat serta petugas jaga. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar sehingga para peserta dapat mengikuti pengajian dengan khusyuk.
Priyo juga menginstruksikan jajaran terkait, khususnya Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, agar melaksanakan tugas pembinaan secara bertanggung jawab dan sesuai prosedur yang berlaku. Petugas pembinaan dan pengamanan turut diingatkan untuk memastikan setiap kegiatan yang melibatkan warga binaan berlangsung dengan aman dan tertib.
Pengajian rutin ini akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari pemenuhan hak beribadah sekaligus sarana pembinaan moral dan spiritual di lingkungan Lapas Kelas IIA Bengkalis.
Di balik keterbatasan ruang dan kebebasan, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk menumbuhkan harapan. Sebab, pembinaan yang baik bukan semata-mata tentang menjalani masa pidana, melainkan juga tentang mempersiapkan perubahan diri agar kelak dapat kembali ke masyarakat dengan bekal keimanan, tanggung jawab, dan semangat menjalani kehidupan yang lebih baik.
DURI POS | DURIPOS.COM











Komentar