Perjuangan Warga Berbuah Manis, Taman Makam Muslim Pematang Pudu  Diresmikan

Bengkalis71 Dilihat
MANDAU,DURIPOS.COM — Di tengah keterbatasan lahan pemakaman yang semakin terasa, sebuah ikhtiar bersama masyarakat Kelurahan Pematang Pudu akhirnya menemukan titik terang. Setelah melalui proses panjang dan berbagai lika-liku, Taman Makam Muslim Pematang Pudu (TMMP) resmi diresmikan dan siap dimanfaatkan masyarakat.
Peresmian TMMP yang berlokasi di Jalan Batang Bekasok, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, itu dilakukan Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si., Minggu (13/9/2026).
Kehadiran taman makam tersebut bukan sekadar menghadirkan lahan pemakaman baru. Bagi masyarakat Pematang Pudu, TMMP menjadi wujud nyata kepedulian dan gotong royong warga dalam menyiapkan tempat peristirahatan terakhir yang lebih tertata dan terawat.
Ketua Panitia TMMP dalam sambutannya menjelaskan, gagasan pembangunan taman makam tersebut telah dirancang sejak 2024. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi karena Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jambon yang selama ini digunakan masyarakat kondisinya semakin mendekati penuh.
“Alhamdulillah perjuangan warga membuahkan hasil hingga TMMP ini bisa segera dimanfaatkan berkat dukungan semua pihak, mulai dari Pemerintah Daerah, Ketua RW dan RT serta seluruh masyarakat Kelurahan Pematang Pudu,” ujarnya.
Perjalanan menuju terealisasinya TMMP pun tidak berlangsung singkat. Berbagai persoalan dan tantangan harus dilalui panitia bersama masyarakat. Namun, semangat kebersamaan membuat rencana tersebut akhirnya dapat diwujudkan.
Camat Mandau Riki Rihardi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah bekerja keras mempersiapkan keberadaan TMMP.
Ia menilai, peresmian tersebut merupakan buah dari kerja bersama antara pemerintah kelurahan, perangkat RT/RW dan masyarakat Pematang Pudu.
“Setelah melalui banyak lika-liku dan juga persoalan, alhamdulillah pada hari yang cerah ini kita dapat bersama-sama meresmikan Taman Makam Muslim yang diperuntukkan terkhusus masyarakat Kelurahan Pematang Pudu,” ujar Riki.
Menurutnya, keberadaan TMMP merupakan bagian dari ikhtiar bersama sekaligus langkah antisipatif menyikapi keterbatasan lahan pemakaman di TPU Jambon.
“Semua ini berkat kerja keras perangkat kelurahan, RT/RW, serta seluruh warga Kelurahan Pematang Pudu,” katanya.
Riki berharap TMMP tidak hanya menjadi tempat pemakaman, tetapi juga dapat dikelola dengan baik sehingga keberadaannya memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Dapat kami sampaikan bahwa kehadiran TMMP ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama serta antisipasi terhadap hampir penuhnya ruang ataupun lahan pemakaman yang berada di TPU Jambon,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyediaan lahan pemakaman yang tertata dan terawat merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan serta kenyamanan bagi masyarakat.
“Tujuan kita untuk dapat menyediakan tempat pemakaman yang tertata dan juga terawat, serta dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Kelurahan Pematang Pudu,” pungkasnya.
Peresmian TMMP sekaligus menjadi gambaran bahwa persoalan kebutuhan fasilitas umum dapat dihadapi melalui sinergi. Dari sebuah gagasan yang dirancang sejak 2024, dukungan pemerintah dan kerja keras masyarakat akhirnya melahirkan ruang pemakaman baru yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga Pematang Pudu di masa mendatang.
Kalau ingin, saya juga bisa buatkan ⁠3 pilihan judul yang lebih kuat dan “menggigit” untuk gaya headline Duripos.com, dengan fokus pada perjuangan warga, keterbatasan TPU Jambon, atau apresiasi Camat Mandau.**

Komentar