MUARA BASUNG, DURIPOS.COM – Suasana haru menyelimuti acara pelepasan dan perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Sabtu malam (29/8/2026).
Tiga perguruan tinggi, yakni STAI Hubbulwathan Duri, UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, dan Universitas Abdurrab, turut mengakhiri rangkaian pengabdian mahasiswa mereka di tengah masyarakat Desa Muara Basung.
Pelepasan tersebut bukan sekadar seremoni. Ada rasa terima kasih, kenangan, sekaligus pesan kehidupan yang disampaikan Pemerintah Desa Muara Basung kepada para mahasiswa yang selama pelaksanaan KKN telah ikut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Kepala Desa Muara Basung, Akhyar Mukmin, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa KKN yang telah menyelesaikan pengabdian mereka.
Ia mengapresiasi dedikasi para mahasiswa yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program Pemerintah Desa Muara Basung.
“Terima kasih kepada adik-adik KKN yang sudah berdedikasi dan berkontribusi dalam membantu program kerja Pemerintah Desa Muara Basung,” ujar Akhyar.
Menurutnya, kontribusi tersebut terlihat dalam berbagai bidang, mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan, pendidikan, keagamaan, peningkatan ekonomi hingga pengembangan keterampilan masyarakat.
Di hadapan para mahasiswa, Akhyar juga berpesan agar pengalaman selama berada di tengah masyarakat tidak berhenti ketika masa KKN berakhir. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika kembali ke kampus maupun menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Akhyar mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terlena oleh pujian dan tetap rendah hati dalam menjalani kehidupan.
Pesan itu ia sampaikan melalui sebuah ungkapan bernuansa Melayu:
“Dalam kehidupan ini, janganlah mau disanjung-sanjung. Engkau digelar manusia agung. Sadarlah diri tahu diuntung. Sebelum masa keranda diusung.”
Pesan tersebut, kata Akhyar, mengandung makna agar setiap orang tidak sombong ketika mendapatkan pujian atau kemuliaan. Manusia harus senantiasa melakukan introspeksi, bersyukur dan menyadari bahwa kehidupan dunia memiliki batas, sebab pada akhirnya setiap manusia akan menghadapi kematian.
Dalam suasana yang semakin khidmat, Akhyar juga menyampaikan pesan penyemangat kepada para mahasiswa.
“Tetaplah kuat di dalam badai, sebab setelah hujan reda, selalu ada pelangi yang menanti.”
Kalimat itu seolah menjadi penutup yang menggambarkan perjalanan mahasiswa KKN selama berada di tengah masyarakat—ada tantangan, ada kebersamaan, dan ada kenangan yang akan dibawa pulang.
Akhyar juga berharap para mahasiswa tidak melupakan Desa Muara Basung beserta masyarakatnya. Ia menggambarkan Muara Basung sebagai desa bertuah dengan kehidupan masyarakat yang harmonis dan kompak meski memiliki keberagaman suku, agama dan ras.
“Semoga adik-adik mahasiswa KKN Tahun 2026 sukses dalam setiap momen kehidupan. Jangan lupakan kenangan selama berada di Desa Muara Basung,” pesannya.
Atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat, Akhyar turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyambutan, pelayanan maupun komunikasi terdapat kekurangan atau kesalahan.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Riau, M. Alga Vicky Azmi, mengingatkan para mahasiswa agar tidak melupakan Desa Muara Basung yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka selama KKN.
Ia meyakini pengalaman hidup bermasyarakat yang diperoleh mahasiswa selama berada di desa akan menjadi pelajaran berharga di masa mendatang.
“Jangan lupakan Desa Muara Basung. Selama hidup bermasyarakat, saya yakin banyak pengalaman yang didapat. Silakan bawa ilmu yang bermanfaat ke kampus masing-masing dan buang kesan buruk yang tidak sesuai dengan kawan-kawan mahasiswa KKN Desa Muara Basung tahun 2026,” ungkapnya.
Acara pelepasan dan perpisahan tersebut turut dihadiri unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), perangkat desa, Ketua MUI, TP PKK, kepala sekolah, pemuda serta sejumlah lembaga desa.
Malam itu, para mahasiswa bukan hanya meninggalkan tempat mereka mengabdi. Mereka juga membawa pulang cerita tentang masyarakat, persaudaraan dan pengalaman hidup yang mungkin tidak akan mereka temukan di ruang-ruang perkuliahan.
Sebab, KKN pada akhirnya bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, tetapi tentang belajar memahami kehidupan dari dekat—tentang berbagi, mengabdi, dan meninggalkan jejak kebaikan sebelum kembali melanjutkan perjalanan masing-masing.**











Komentar