Lewat MALIKA 2.0, PDC Ubah Limbah Jelantah Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

Provinsi Riau14 Dilihat

ROKAN HILIR,DURIPOS.COM – PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengembangkan program MALIKA 2.0 (Mari Kelola Jelantah Kita) di Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, dengan memanfaatkan minyak jelantah dari aktivitas operasional perusahaan menjadi produk bernilai guna sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Program yang melibatkan 25 perempuan dari Desa Bangko Bakti, Bangko Jaya, dan Bangko Permata tersebut memberikan keterampilan pengolahan minyak jelantah menjadi produk seperti sabun dan lilin aromaterapi. Sejak pelatihan dimulai pada 14 Juli 2026, sebanyak 55 liter minyak jelantah dari aktivitas dapur Food and Lodging Services (FLS) PDC telah dimanfaatkan sebagai bahan baku program.

MALIKA 2.0 diresmikan oleh Direktur Keuangan PDC Fitra Adriza bersama Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles di Kecamatan Bangko Pusako. Program ini menjadi bagian dari upaya PDC menghubungkan pengelolaan limbah operasional dengan pemberdayaan masyarakat.

Direktur Keuangan PDC Fitra Adriza mengatakan minyak jelantah yang sebelumnya dipandang sebagai limbah masih memiliki potensi untuk memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat.

“Melalui MALIKA 2.0, kami ingin menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Minyak jelantah dari aktivitas dapur FLS PDC tidak hanya kami lihat sebagai limbah, tetapi sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan kembali untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Fitra.

Menurut Fitra, program tidak berhenti pada pelatihan. PDC melanjutkan MALIKA 2.0 dengan pendampingan selama tiga bulan untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi kegiatan produktif. Sebagai langkah awal memperluas akses promosi, dua peserta MALIKA 2.0 juga telah mengikuti pameran di Pekanbaru pada 9–10 Agustus 2026.

Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles menyambut positif pengembangan MALIKA 2.0. Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong agar kantor-kantor pemerintahan di Kabupaten Rokan Hilir dapat menyediakan ruang display untuk membantu memperkenalkan produk MALIKA kepada masyarakat.

“UMKM harus bisa lebih maju. Untuk itu, diperlukan program-program pemberdayaan yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dan membuka peluang ekonomi. Kami berterima kasih kepada PDC yang telah memberikan manfaat melalui program CSR-nya di Kabupaten Rokan Hilir,” ujar Jhony.

Melalui MALIKA 2.0, PDC berupaya mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. Pemanfaatan limbah dari aktivitas operasional diharapkan tidak hanya membantu mengurangi dampak terhadap lingkungan, tetapi juga berkembang menjadi kegiatan produktif yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.***

 

Komentar