BENGKALIS,DURIPOS.COM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Markas Yonif TP 952/Imam Bulqin di Jalan Pipa Air Bersih, Simpang Lima, Desa Petani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis (6/8/2026).
Kunjungan tersebut didampingi Pangdam XIX Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di wilayah Kodam XIX Tuanku Tambusai.
Rombongan Menteri Pertahanan tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB dan disambut dengan prosesi penghormatan militer sebelum memasuki rangkaian kegiatan di Markas Yonif TP 952/Imam Bulqin bersama jajaran TNI Angkatan Darat serta pejabat Kementerian Pertahanan.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertahanan menerima paparan dari Komandan Yonif TP 952/Imam Bulqin mengenai perkembangan pembangunan satuan, kesiapan personel, serta program pembinaan yang sedang dijalankan. Paparan itu menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap kesiapan batalyon yang diproyeksikan memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus mendukung pembangunan wilayah.
Selain meninjau perkembangan satuan, Menhan juga memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit Yonif TP 952/Imam Bulqin. Dalam arahannya, Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya menjaga profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan semangat pengabdian kepada rakyat sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada rakyat harus menjadi fondasi utama setiap prajurit dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Menhan.
Usai kegiatan di Kabupaten Bengkalis, rombongan Menteri Pertahanan melanjutkan kunjungan kerja ke Yonif TP 898/Pancalang Cakti di Kabupaten Kampar.
Seluruh rangkaian kunjungan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang kuat antara Kementerian Pertahanan dan Kodam XIX Tuanku Tambusai dalam mempercepat pembangunan kekuatan pertahanan yang profesional, adaptif, serta siap menghadapi berbagai tantangan tugas di masa mendatang.**

















Komentar