Farida Akui Reses di Tengah Defisit Anggaran, Pilih Jujur kepada Masyarakat Ketimbang Beri Janji

Provinsi Riau52 Dilihat

DURI,DURIPOS.COM – Anggota DPRD Provinsi Riau, Hj. Farida H. Saad SE, mengakui kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Riau yang tengah mengalami defisit anggaran menjadi kendala dalam merealisasikan berbagai aspirasi masyarakat. Karena itu, ia memilih bersikap terbuka kepada warga daripada memberikan janji yang belum tentu dapat dipenuhi.

Pernyataan tersebut disampaikan Farida saat menggelar kegiatan reses di RW 03 Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat sebagai bagian dari tugas konstitusional anggota legislatif.

Di hadapan warga, Farida menjelaskan bahwa setiap anggota DPRD Provinsi Riau memiliki kewajiban melaksanakan reses sebanyak empat kali dalam setahun untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat.

“Dalam setahun kami empat kali melaksanakan reses. Walaupun anggaran sedang sulit, kami tetap wajib turun menemui masyarakat dan menampung aspirasi,” ujar Farida.

Ia mengungkapkan, hingga memasuki periode ketiga masa jabatannya sebagai anggota DPRD Provinsi Riau, masih banyak usulan masyarakat yang belum dapat direalisasikan. Aspirasi tersebut di antaranya pembangunan jalan, rumah layak huni, serta infrastruktur lingkungan yang terkendala keterbatasan anggaran daerah.

Menurut Farida, sejumlah ruas jalan bahkan telah dilakukan pengukuran oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai persiapan pembangunan. Namun hingga kini pelaksanaannya masih tertunda karena belum tersedianya anggaran.

“Kami juga sudah melakukan hearing dengan Dinas PUPR untuk mempertanyakan perkembangan usulan masyarakat. Namun jawabannya memang karena anggaran belum tersedia,” katanya.

Farida menilai kondisi ekonomi yang sedang terjadi tidak hanya dirasakan di Provinsi Riau, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Dampaknya, menurut dia, mulai terlihat dari meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), persoalan sosial, hingga angka kriminalitas.

Ia juga menyebut pola aspirasi masyarakat kini mulai berubah. Jika sebelumnya lebih banyak berkaitan dengan pembangunan fisik, saat ini warga lebih banyak mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok, biaya hidup, serta berbagai persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Meski demikian, Farida mengajak masyarakat tetap bersyukur dan mendukung program-program pemerintah yang menjadi bagian dari visi pembangunan nasional, sembari berharap kondisi ekonomi segera membaik.

Farida menegaskan dirinya tidak ingin dikenal sebagai wakil rakyat yang hanya hadir ketika membutuhkan dukungan politik. Ia memilih menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat daripada memberikan harapan yang sulit diwujudkan.

“Saya tidak mau memberikan janji yang belum tentu bisa dipenuhi. Yang bisa saya pastikan, saya akan tetap turun menemui masyarakat karena itu janji saya sejak awal,” tegasnya.

Ia berharap hubungan silaturahmi dengan masyarakat Kelurahan Air Jamban tetap terjalin dengan baik. Menurutnya, menjaga komunikasi dan kedekatan dengan konstituen merupakan bagian dari tanggung jawab seorang wakil rakyat, meski pemerintah daerah tengah menghadapi berbagai keterbatasan fiskal.

Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Air Jamban, Jumadi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Farida yang kembali mengunjungi wilayahnya untuk melaksanakan reses. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun fasilitas yang disediakan selama kegiatan berlangsung.

Menurut Jumadi, Farida bukan sosok yang asing bagi masyarakat Karanganyar. Sejak periode pertamanya menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Riau, Farida telah berulang kali hadir di tengah masyarakat sehingga hubungan yang terjalin sudah seperti keluarga sendiri.

Ia menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut Farida juga menyampaikan secara terbuka mengenai kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Riau yang masih mengalami keterbatasan anggaran. Karena itu, berbagai usulan pembangunan dari masyarakat kemungkinan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Meski demikian, Jumadi menilai kehadiran Farida merupakan bukti komitmen untuk tetap menjaga komunikasi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia berharap ketika kondisi keuangan daerah kembali membaik, kebutuhan pembangunan di wilayah Karanganyar dapat menjadi prioritas melalui aspirasi yang diperjuangkan Farida di DPRD Provinsi Riau.

Di akhir sambutannya, Jumadi kembali mengucapkan terima kasih kepada Farida dan seluruh masyarakat yang hadir serta berharap hubungan baik antara wakil rakyat dan masyarakat tetap terjalin demi mendorong pembangunan di Kelurahan Air Jamban.**

Komentar