Orang Tua Siswa SD 35 Jalan Rokan Kecewa, Menu MBG Diduga Basi dan Tak Layak Konsumsi

Bengkalis691 Dilihat

MANDAU,DURIPOS.COM – Kekecewaan menyelimuti sejumlah orang tua siswa SD 35 Jalan Rokan, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, terkait menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak-anak mereka, Senin (2/3/2026).

Keluhan tersebut mencuat dan menyebar luas melalui berbagai grup WhatsApp, mulai dari grup komite kelas hingga grup KT Mandau. Dalam pesan yang beredar, para wali murid menyampaikan keberatan atas menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi.

Berdasarkan foto paket makanan yang beredar, menu MBG hari itu terdiri dari satu buah pisang, roti kemasan, serta bakso yang dikemas dalam wadah plastik. Sejumlah orang tua menduga bakso tersebut sudah basi sehingga tidak dapat dimakan oleh siswa.

“Menu MBG anak hari ini sangat mengecewakan, dan bakso yang ada di menu MBG-nya basi, tidak bisa dimakan,” tulis salah seorang wali murid dalam pesan di grup komite kelas.

Keluhan serupa juga muncul dari orang tua lainnya yang bahkan mengajak wali murid untuk menyampaikan protes langsung ke dapur penyedia MBG.

“Menu MBG anak hari ini cuma ini. Adapun baksonya basi, nggak bisa dimakan. Orang tua yang mau ikut komplain ke dapur MBG, yok gas,” tulis pesan lanjutan tersebut.

Percakapan di grup KT Mandau turut menguatkan informasi tersebut. Saat ditanya “SD mana?”, pengirim pesan menjawab, “SD 35 Rokan Ketua.” Reaksi anggota grup pun bermunculan, salah satunya hanya menuliskan, “Kacauuu,” sebagai bentuk keprihatinan.

Para orang tua menilai persoalan ini bukan sekadar soal variasi menu, tetapi menyangkut aspek keamanan pangan dan kesehatan anak. Mereka khawatir jika dugaan makanan basi benar adanya, maka berpotensi membahayakan siswa.

“Kalau benar basi, ini sangat berbahaya. Program MBG seharusnya menyehatkan, bukan malah berisiko,” tulis salah satu anggota grup menanggapi unggahan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Bengkalis, Fhirman Sinaga, hanya memberikan jawaban singkat melalui pesan WhatsApp, “siap-siap bg,” tanpa penjelasan lebih lanjut terkait dugaan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara MBG maupun instansi terkait mengenai dugaan makanan basi tersebut. Para orang tua mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.

Masyarakat berharap Program MBG dapat dijalankan dengan pengawasan ketat serta standar kebersihan yang terjamin, mengingat sasaran program ini adalah anak-anak usia sekolah yang rentan terhadap risiko kesehatan. Redaksi masih berupaya memperoleh keterangan lanjutan guna memastikan kebenaran informasi yang beredar. (team)

Komentar