Bengkalis,Duripos.com – Dibalik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Selasa pagi (1/9/2026), lantunan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat menggema.
Sebanyak 657 warga binaan dan santri mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menumbuhkan harapan dan menguatkan tekad memperbaiki diri.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW: Mengubah Ujian Menjadi Terang Hidayah”, peringatan Maulid berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dengan suasana khidmat dan penuh makna.
Kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menyampaikan pesan kepada seluruh warga binaan agar menjadikan perjalanan hidup Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana, pesan tersebut terasa begitu dekat. Sebab, keterbatasan ruang dan waktu tidak harus menjadi akhir dari sebuah perjalanan hidup. Justru, masa pembinaan dapat menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, merenung dan menata kembali langkah.
Priyo mengajak warga binaan untuk tidak kehilangan harapan. Menurutnya, kesabaran, ketulusan dan akhlak mulia merupakan nilai yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi setiap cobaan.
“Melalui peringatan Maulid ini, kami ingin menanamkan semangat bahwa perubahan diri dimulai dari keimanan dan keteladanan kepada Nabi. Setiap ujian yang dihadapi dapat diubah menjadi langkah menuju perbaikan hidup yang lebih baik,” ujar Priyo.
Suasana semakin menyentuh ketika para warga binaan yang tergabung dalam kelompok santri melantunkan sholawat. Suara yang menggema di dalam lingkungan Lapas seakan menjadi pengingat bahwa harapan untuk berubah selalu memiliki tempat, bahkan di balik jeruji.
Pesan-pesan keagamaan kemudian disampaikan Ustadz Filusman, LC. Dalam ceramahnya, ia mengajak warga binaan meneladani kemuliaan akhlak Rasulullah SAW serta terus memperbaiki diri dan memperkokoh harapan di tengah keterbatasan.
Maulid Nabi pun menjadi momentum untuk menanamkan keyakinan bahwa masa lalu bukan alasan untuk berhenti memperbaiki masa depan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar di bawah pengawasan Komandan Jaga, Kasubsi dan staf Bimbingan Kemasyarakatan serta Kegiatan Warga Binaan, bersama seluruh anggota jaga.
Bagi Lapas Bengkalis, pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan. Nilai-nilai agama diharapkan tidak hanya didengar dalam ceramah, tetapi juga tumbuh dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Priyo menegaskan jajaran Seksi Pembinaan Kemasyarakatan harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan sesuai prosedur. Di sisi lain, petugas pengamanan dan pembinaan terus memastikan seluruh kegiatan warga binaan berlangsung aman, tertib dan nyaman.
Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Bengkalis membawa satu pesan sederhana namun kuat: setiap manusia masih memiliki kesempatan untuk berubah.
Di balik tembok yang membatasi langkah, 657 warga binaan diajak melihat bahwa ujian bukanlah akhir perjalanan. Dengan iman, keteladanan dan kemauan memperbaiki diri, selalu ada jalan menuju cahaya hidayah dan kehidupan yang lebih baik.
#HumasLapasBengkalis

















Komentar