Lapas Bengkalis Peringati Harganas 2026, Perkuat Semangat Kekeluargaan dan Persatuan

Lapas49 Dilihat

BENGKALIS,DURIPOS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2026 di Lapangan Serbaguna Lapas, Senin (29/6/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut mengusung semangat kebersamaan dan keberagaman sebagai wujud komitmen memperkuat nilai kekeluargaan, persatuan, dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

Upacara dipimpin Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban selaku inspektur upacara. Kegiatan diikuti pejabat struktural, pegawai, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dalam rangkaian peringatan Harganas, seluruh pegawai mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol keberagaman yang tetap bersatu.

Penampilan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya bangsa sekaligus memperkuat semangat persatuan. Peringatan Hari Keluarga Nasional menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter, moral, dan kepribadian. Di lingkungan Lapas, nilai kekeluargaan diharapkan mampu memotivasi warga binaan mengikuti proses pembinaan sehingga siap kembali dan diterima di tengah masyarakat.

Rangkaian upacara berlangsung tertib dan khidmat, diawali dengan persiapan peserta, penghormatan kepada pembina upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945, penyampaian amanat, hingga doa penutup.

Dalam amanatnya, inspektur upacara menegaskan bahwa peringatan Harganas bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengimplementasikan nilai kekeluargaan, kepedulian, dan gotong royong dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diyakini mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis sekaligus mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan.

Melalui peringatan Harganas 2026, Lapas Kelas IIA Bengkalis berharap semangat kekeluargaan, persatuan, dan saling menghormati terus tumbuh di lingkungan kerja maupun dalam proses pembinaan. Dengan demikian, pelayanan pemasyarakatan dapat semakin profesional serta mampu mencetak warga binaan yang produktif, mandiri, dan bertanggung jawab setelah kembali ke masyarakat.**

Komentar