Dari Padang Rumput ke Harapan Baru, Pemuda Adat Suku Bonai Belajar Merawat Masa Depan Lewat Peternakan Sapi

PHR330 Dilihat

ROKAN HULU,DURIPOS.COM – Di kandang sederhana milik Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai di Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, suara sapi yang sesekali melenguh menjadi penanda harapan yang terus dijaga. Bagi Kafrizal, memelihara sapi bukan sekadar rutinitas, melainkan cara masyarakat adat merawat masa depan dan memperkuat perekonomian keluarga.

Selama bertahun-tahun, Kafrizal bersama anggota kelompoknya mengandalkan pelepah sawit dan rumput gajah sebagai pakan utama ternak. Pakan diberikan secara sederhana, tanpa pengolahan maupun perhitungan kandungan nutrisi. Di sisi lain, keterbatasan pengetahuan mengenai kesehatan ternak membuat mereka kerap diliputi kekhawatiran ketika sapi mengalami penurunan nafsu makan atau sakit.

“Kami sering merasa khawatir ketika melihat sapi tidak berkembang sesuai harapan. Saat ada yang sakit atau nafsu makannya menurun, kami juga bingung harus melakukan apa,” tutur Kafrizal.

Harapan baru mulai hadir ketika PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui Program Sejahterakan Masyarakat Kampung Riau (Semarak Riau) memberikan pelatihan peningkatan kapasitas peternakan kepada Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai pada Juli 2026 di Desa Bonai, Kabupaten Rokan Hulu.

Program tersebut tidak hanya menghadirkan pelatihan mengenai penyusunan pakan bergizi, pengolahan bahan pakan, dan pengelolaan kesehatan ternak, tetapi juga memperkuat kelompok dengan berbagai sarana pendukung. Bantuan berupa tiga ekor anakan sapi Bali betina, mesin pencacah pakan, paket pakan ternak, nutrisi fermentasi, obat-obatan, suplemen, peralatan pembuatan pakan, hingga plang nama kelompok menjadi modal awal untuk mengembangkan usaha peternakan yang lebih produktif.

Bagi para pemuda adat, mesin pencacah pakan bukan sekadar alat, melainkan simbol perubahan cara bertani dan beternak. Rumput gajah yang sebelumnya diberikan begitu saja kini dapat diolah menjadi pakan yang lebih mudah dicerna, sementara pengetahuan baru tentang nutrisi dan kesehatan ternak membuka wawasan mereka dalam merawat sapi secara lebih terencana.

Perlahan, rasa cemas yang selama ini menyelimuti para peternak mulai berganti dengan optimisme. Mereka yakin, pengelolaan peternakan yang lebih baik akan berdampak pada pertumbuhan ternak, peningkatan produktivitas, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat adat.

“Dulu, kami sering dihampiri rasa bingung dan khawatir kalau sapi kami tidak berkembang. Kini, secercah harapan mulai tumbuh. Rasanya bangga memiliki pengetahuan dan peralatan yang dapat membantu kami merawat ternak dengan lebih baik ke depannya,” kata Kafrizal.

Manager Community Involvement & Development PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga harus diiringi peningkatan kapasitas agar masyarakat mampu mengelola potensi yang dimiliki secara mandiri.

“Melalui Program Semarak Riau, kami berupaya mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui transfer pengetahuan, penguatan kelembagaan kelompok, serta penyediaan sarana pendukung yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai untuk mengembangkan usaha peternakan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Program Semarak Riau menjadi bagian dari komitmen PHR dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasinya. Melalui peningkatan keterampilan, penguatan kelembagaan, serta penyediaan sarana yang tepat guna, perusahaan berharap lahir kelompok-kelompok masyarakat yang mandiri dan mampu mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Di Desa Bonai, perubahan itu kini mulai terlihat. Di balik kandang-kandang sapi yang sederhana, para pemuda adat tak lagi sekadar memelihara ternak. Mereka sedang menumbuhkan harapan, menjaga warisan, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat adat Suku Bonai.**

Komentar