Hujan Tak Redam Kehangatan : Pisah Sambut Lurah Duri Barat Penuh Haru dan Harapan

Bengkalis662 Dilihat

MANDAU,DURIPOS.COM – Hujan deras yang mengguyur kawasan Jalan Tribrata, Kelurahan Duri Barat, Rabu (8/4/2026), tak mampu meredupkan semangat kebersamaan.

Di halaman Kantor Lurah, para Ketua RT, RW, LPMK, hingga tokoh masyarakat tetap bertahan, menyaksikan momen pisah sambut lurah yang berlangsung hangat, haru, sekaligus penuh harapan.

Acara ini menandai peralihan kepemimpinan dari Lurah lama, Tommy Adi Putra S.STP., M.Si kepada Rahmawati SH. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Mandau Riki Rihardi S.STP., M.Si, Sekcam Rio Sentosa S.STP., M.Si, KUA Mandau Saim SAg., MSh, jajaran staf kecamatan, TP-PKK, Posyandu, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh agama dan masyarakat.

Dengan suara bergetar, Tommy Adi Putra menyampaikan perpisahannya di hadapan warga yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

“Saya sadar masih banyak kekurangan selama bertugas. Tapi satu hal yang pasti, begitu banyak kebaikan yang saya rasakan di lingkungan ini,” ujarnya.

Ia mengaku, dirinya bersama keluarga tidak sekadar tinggal, melainkan menemukan kehangatan layaknya keluarga sendiri di tengah masyarakat Duri Barat.

“Yang berat itu bukan pindah tempatnya, tapi meninggalkan orang-orang baik seperti Bapak dan Ibu sekalian,” ucapnya haru.

Tommy juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama menjabat, seraya berharap silaturahmi yang telah terjalin tidak akan terputus meski dirinya kini bertugas di tempat baru.

Sementara itu, Lurah Duri Barat yang baru, Rahmawati, mengawali sambutannya dengan ungkapan rasa haru atas sambutan masyarakat di tengah cuaca yang kurang bersahabat.

“Malam ini hati saya benar-benar tersentuh. Kehadiran Bapak/Ibu di tengah hujan adalah bentuk penerimaan yang sangat berarti bagi saya,” tuturnya.

Ia menegaskan akan menjalankan amanah dengan kerendahan hati dan semangat belajar bersama masyarakat.

“Saya datang bukan untuk merasa paling tahu, tapi untuk belajar. Saya ingin menjadi lurah yang dekat, yang bisa diajak bicara, dan mau mendengar,” ujarnya.

Rahmawati juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan kritik demi membangun Duri Barat secara bersama.

“Kalau saya salah, tolong tegur dan ingatkan. Saya ingin tumbuh bersama, bukan berjalan sendiri,” katanya.

Camat Mandau, Riki Rihardi, dalam sambutannya mengapresiasi kekompakan masyarakat yang mampu menyelenggarakan kegiatan tersebut secara swadaya.

“Ini bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat. Kebersamaan seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dalam membangun lingkungan, meskipun perbedaan pendapat kerap muncul.

“Tidak ada yang bisa maju sendiri. Kampung ini akan menjadi baik jika kita bangun bersama-sama,” pesannya.

Pisah sambut ini bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, tetapi juga menjadi potret kuatnya ikatan sosial masyarakat Duri Barat. Di bawah rintik hujan, terselip harapan baru, bahwa kebersamaan yang telah terjalin akan terus hidup, melampaui pergantian waktu dan kepemimpinan.**

Komentar