Hidayah di Balik Jeruji Besi, Tiga Warga Binaan Lapas Bengkalis Bersyahadat

Lapas96 Dilihat

BENGKALIS, DURIPOS.COM – Di balik jeruji besi, harapan untuk memulai kehidupan yang lebih baik selalu terbuka. Suasana haru dan khidmat menyelimuti Masjid Al-Ihsan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Selasa (13/10/2026) pagi, ketika tiga warga binaan menyatakan keislaman dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Tepat pukul 10.00 WIB, prosesi sakral tersebut berlangsung di hadapan jemaah dan pembimbing rohani. Ketiga warga binaan yabg mendapatkan hidayah mengikuti pengucapan dua kalimat syahadat yang dipandu Ustadz Firdaus, L.C., dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis.

Momen tersebut disaksikan 65 warga binaan yang tergabung dalam kelompok santri pembinaan keagamaan di lingkungan Lapas Bengkalis. Suasana berlangsung khusyuk, menjadi bagian dari perjalanan spiritual ketiga warga binaan dalam menapaki lembaran baru kehidupan.

Pengucapan dua kalimat syahadat ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian dan keagamaan yang dilaksanakan Lapas Kelas IIA Bengkalis. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diberikan ruang untuk memperdalam pemahaman agama, membangun kesadaran diri, serta menumbuhkan semangat memperbaiki kehidupan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menyambut baik keputusan tiga warga binaan tersebut. Ia berharap langkah yang mereka ambil menjadi awal perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik sekaligus memberikan inspirasi bagi warga binaan lainnya.

“Perubahan dan kebaikan bisa dimulai kapan saja. Semoga langkah yang diambil oleh saudara kita ini menjadi awal perjalanan hidup yang lebih baik, dan menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan lainnya untuk senantiasa berjuang memperbaiki diri,” ujar Priyo.

Menurutnya, masa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya menjadi waktu untuk menjalani konsekuensi hukum, tetapi juga kesempatan untuk melakukan introspeksi, memperkuat kepribadian, dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Prosesi pengucapan syahadat berlangsung tertib dan aman dengan pengawasan Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Kewaspadaan, staf terkait, serta petugas jaga Lapas Kelas IIA Bengkalis.

Bagi ketiga warga binaan tersebut, keputusan memeluk Islam menjadi bagian penting dari perjalanan pribadi mereka. Sementara bagi lingkungan pemasyarakatan, momen ini memperlihatkan bahwa pembinaan tidak hanya menyentuh aspek keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga nilai spiritual yang dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.

Lapas Kelas IIA Bengkalis terus berupaya memperkuat pembinaan kepribadian dan keagamaan agar warga binaan memiliki bekal moral serta semangat untuk berubah. Harapannya, nilai-nilai kebaikan yang dipelajari selama menjalani masa pembinaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika mereka kembali ke masyarakat.

Di balik jeruji besi, perjalanan memperbaiki diri tetap memiliki ruang untuk tumbuh. Melalui pengucapan dua kalimat syahadat di Masjid Al-Ihsan, ketiga warga binaan itu memulai babak baru dalam perjalanan spiritual mereka, dengan harapan menatap masa depan yang lebih baik.**

Komentar