Dari Balik Jeruji, Harapan Tak Pernah Mati: Pengajian Lapas Bengkalis Gaungkan Ampunan Allah

Lapas151 Dilihat

BENGKALIS, DURIPOS.COM – Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, harapan untuk memperbaiki diri tak pernah benar-benar padam. Setiap orang memiliki masa lalu, tetapi masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan hidup. Pesan penuh harapan inilah yang mengemuka dalam pengajian rutin bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Jumat (9/10/2026).

Bertempat di Masjid Al-Ihsan Lapas Bengkalis, kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti 65 orang warga binaan dan santri Lapas. Suasana khidmat menyelimuti jalannya pengajian saat pesan tentang ampunan, kasih sayang Allah SWT, dan kesempatan untuk memperbaiki diri disampaikan kepada para peserta.

Pegawai Lapas Bengkalis, Eldy, yang bertindak sebagai penceramah, mengangkat Surat Az-Zumar ayat 53 sebagai tema utama. Ayat tersebut mengandung pesan agar manusia tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT, sebesar apa pun kesalahan yang pernah diperbuat.

“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang,” ujar Eldy mengutip makna ayat tersebut.

Dalam ceramahnya, Eldy mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar. Kesalahan di masa lalu tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan harapan, melainkan menjadi pelajaran untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Menurutnya, luasnya rahmat dan ampunan Allah SWT memberikan ruang bagi setiap hamba untuk bertobat, memperbaiki perilaku, serta menata kembali masa depan dengan penuh keyakinan.

“Tidak ada dosa yang lebih besar dari luasnya rahmat Allah. Tidak ada masa lalu yang terlalu kelam bagi cahaya ampunan-Nya. Ayat ini menjadi pengingat bagi hati yang mungkin merasa berat, merasa tak berharga, atau berpikir tidak ada jalan kembali. Allah mengampuni semuanya selama kita kembali kepada-Nya,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat mendalam bagi warga binaan yang hadir. Di tengah keterbatasan ruang dan kebebasan, pembinaan rohani diharapkan dapat menumbuhkan ketenangan batin, memperkuat keimanan, serta membangkitkan tekad untuk menjalani perubahan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa pembinaan terhadap warga binaan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan keterampilan, tetapi juga harus menyentuh sisi spiritual dan pembentukan karakter.

“Pembinaan tidak hanya soal fisik dan keterampilan, tetapi juga menyentuh hati dan jiwa. Melalui kegiatan keagamaan, kami berharap warga binaan semakin dekat dengan Tuhan, memiliki ketenangan hati, dan membangun tekad baru untuk memperbaiki diri,” ungkap Priyo.

Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik serta petugas Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), agar senantiasa menjalankan tugas sesuai prosedur tetap dan penuh tanggung jawab demi mendukung kelancaran kegiatan pembinaan.

Selama kegiatan berlangsung, pengawasan dilakukan oleh Kasubsi Bimkemaswat bersama staf Bimkemaswat dan petugas jaga untuk memastikan seluruh rangkaian pengajian berjalan aman, tertib, dan lancar.

Pengajian rutin tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Bengkalis dalam membangun kepribadian warga binaan melalui pendekatan keagamaan. Lebih dari sekadar kegiatan ibadah, pengajian ini menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk bertobat, berubah, dan menata masa depan.

Sebab, di balik jeruji sekalipun, harapan tetap memiliki tempat untuk tumbuh. Selama ada kemauan untuk memperbaiki diri dan kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT, jalan menuju kehidupan yang lebih baik selalu terbuka.**

#HumasLapasBengkalis

Komentar