Musrenbang Gajah Sakti 2028: Dari Aspirasi RT dan RW, Warga Titipkan Harapan untuk Pembangunan

Bengkalis395 Dilihat

DURI,DURIPOS.COM – Pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat berawal dari mendengarkan suara warga. Dari jalan lingkungan yang membutuhkan perbaikan hingga saluran drainase yang perlu dibenahi, setiap usulan menjadi bagian dari harapan masyarakat untuk lingkungan yang lebih baik.

Harapan itulah yang mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, dalam rangka penyusunan rencana pembangunan tahun anggaran 2028. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Lurah Gajah Sakti, Selasa (6/10/2026) malam, dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan.

Melalui forum ini, masyarakat yang diwakili para ketua RT dan RW mendapat ruang untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan di lingkungan masing-masing. Aspirasi yang dihimpun selanjutnya menjadi bahan perencanaan untuk dibahas melalui mekanisme dan tahapan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Mandau, Rio Sentosa, S.STP., M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam proses tersebut. Menurutnya, partisipasi warga menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan agar usulan yang disampaikan benar-benar mencerminkan kebutuhan di lapangan.

“Kita ingin apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat disampaikan dan diperjuangkan bersama. Karena itu, mari kita manfaatkan Musrenbang ini untuk menyampaikan usulan yang memang menjadi prioritas dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Rio.

Efisiensi Anggaran, Usulan Tetap Perlu Diperjuangkan

Di tengah harapan masyarakat terhadap pembangunan, pemerintah saat ini juga menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku secara nasional. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penyusunan program pembangunan ke depan.

Meski demikian, Rio menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi RT dan RW untuk menghentikan penyampaian aspirasi. Menurutnya, usulan masyarakat tetap perlu dihimpun dan disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Memang sekarang sedang dilakukan efisiensi anggaran dan ini berlaku di seluruh Indonesia. Namun demikian, kepada RT dan RW, kami tetap mengharapkan agar usulan-usulan pembangunan tetap dibuat dan disampaikan,” katanya.

Rio juga menjelaskan bahwa sejumlah usulan pembangunan dari tahun-tahun sebelumnya masih belum terealisasi. Karena itu, usulan tersebut perlu kembali disampaikan agar dapat dievaluasi dan dipertimbangkan dalam perencanaan berikutnya.

“Walaupun ada usulan dari tahun sebelumnya yang belum terealisasi, tetap kita sampaikan. Kita berharap ke depan usulan tersebut dapat direalisasikan sesuai dengan kemampuan anggaran dan skala prioritas,” pungkasnya.

Dari Jalan Lingkungan hingga Drainase, Ini Aspirasi Warga

Sementara itu, Lurah Gajah Sakti, Wildan Taufiq, S.STP., menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting dalam perencanaan pembangunan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat secara langsung.

Melalui forum tersebut, pemerintah kelurahan dapat menghimpun berbagai kebutuhan, persoalan, dan aspirasi warga dari setiap lingkungan. Dengan demikian, perencanaan pembangunan diharapkan dapat disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan semata-mata berdasarkan perkiraan kebutuhan.

Sejumlah usulan pun mengemuka dalam Musrenbang tersebut. Di antaranya pembangunan dan peningkatan jalan lingkungan, semenisasi, pengaspalan hotmix, pembangunan burda, serta pembangunan parit dengan konstruksi beton.

Selain infrastruktur lingkungan, masyarakat juga mengusulkan pembangunan pagar Kantor Lurah Gajah Sakti, penerangan lahan, serta rehabilitasi atap kantor lurah.

Beragam usulan itu menggambarkan kebutuhan pembangunan yang tidak hanya berkaitan dengan akses dan kenyamanan lingkungan, tetapi juga fasilitas pendukung pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan.

Seluruh aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan tahun anggaran 2028, dengan tetap memperhatikan skala prioritas, mekanisme perencanaan, dan kemampuan keuangan pemerintah.

Musrenbang ini turut dihadiri para ketua RT dan RW se-Kelurahan Gajah Sakti, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), pengurus PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, sejumlah kepala UPT, serta unsur terkait lainnya.

Pada akhirnya, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan untuk menyusun daftar usulan pembangunan. Forum ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus menyatukan harapan tentang lingkungan yang lebih baik.

Bagi warga Gajah Sakti, setiap usulan yang disampaikan merupakan langkah awal untuk memperjuangkan pembangunan yang lebih merata. Meski realisasinya harus mempertimbangkan kemampuan anggaran dan skala prioritas, aspirasi masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan menuju 2028.**

Komentar