Musrenbang Babussalam Bahas 46 Usulan, Dari Infrastruktur hingga Persoalan Anak dan Remaja

Bengkalis148 Dilihat

MANDAU,DURIPOS.COM – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Babussalam Tahun 2028 menghasilkan sebanyak 46 usulan pembangunan yang menjadi aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan daerah.

Musrenbang tersebut digelar di Aula Kantor Lurah Babussalam, Kecamatan Mandau, Kamis (8/10/2026). Kegiatan dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis H. Misno, Camat Mandau  diwakili Sekretaris Kecamatan Rio Sentosa S.STP.,M.Si, Lurah Babussalam Hazazi Akbar S.Kom, kepala UPT se-Kecamatan Mandau, kasi dan kasubag di lingkungan Kecamatan Mandau, Ketua dan anggota LPMK Kelurahan Babussalam, ketua RW/RT, serta tokoh masyarakat.

Lurah Babussalam Hazazi Akbar dalam sambutannya menegaskan, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan untuk menyusun daftar pembangunan, tetapi menjadi ruang bersama untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan.

“Forum ini sangat penting bagi kita semua. Saya berharap melalui forum ini, kita dapat bersama-sama membangun kampung yang lebih baik, dengan tidak mementingkan kepentingan pribadi, tetapi mengutamakan kepentingan masyarakat,” ujar Hazazi.

Ia mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk berpartisipasi secara aktif dan terbuka dalam menyampaikan aspirasi, sehingga usulan yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya dipahami sebatas pembangunan fisik seperti jalan, parit, pengaspalan maupun hotmix. Persoalan sosial, khususnya yang menyangkut generasi muda, juga harus menjadi perhatian serius.

“Ke depan, kita akan memberikan perhatian lebih terhadap anak-anak dan remaja. Karena di Kelurahan Babussalam, persoalan anak dan remaja perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba yang masih menjadi tantangan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Hazazi menyebut pihak kelurahan akan membuka ruang dialog dengan tokoh masyarakat dan kalangan anak muda. Pada akhir rangkaian pertemuan, pihak kelurahan berencana mengundang tokoh masyarakat Babussalam, serta anak-anak dan remaja untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Mandau Rio Sentosa yang mewakili Camat Mandau menyampaikan bahwa kondisi fiskal pemerintah saat ini menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan berbagai usulan masyarakat.

Ia menyebut terjadi pemotongan anggaran sekitar 36 hingga 38 persen, sehingga ruang fiskal pemerintah menjadi lebih terbatas dibandingkan sebelumnya.

“Kalau sebelumnya kita menerima anggaran sekitar Rp1,3 miliar, sekarang jumlah yang diterima bisa jauh berkurang,” kata Rio pemerintah tetap berupaya mempertahankan dukungan terhadap unsur pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti RT, RW dan LPM.

Menurut Rio, RT dan RW merupakan ujung tombak pemerintahan karena hampir seluruh persoalan masyarakat pertama kali disampaikan melalui perangkat lingkungan tersebut.

“Bapak-Ibu RT dan RW memiliki tugas yang tidak ringan. Hampir seluruh persoalan masyarakat diakomodir melalui RT dan RW,” ujarnya berharap keterbatasan anggaran tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Rio juga meminta masyarakat tidak berhenti menyampaikan aspirasi meskipun sebagian usulan yang telah disampaikan selama bertahun-tahun belum terealisasi.

Ia memahami adanya kekecewaan masyarakat ketika usulan pembangunan belum kunjung diwujudkan. Namun, menurutnya, pembangunan membutuhkan tahapan, penyesuaian anggaran dan skala prioritas.

“Dari sepuluh usulan yang Bapak-Ibu sampaikan, mungkin dua atau tiga di antaranya sudah terealisasi. Ini menunjukkan bahwa pembangunan memang merupakan sebuah proses dan membutuhkan tahapan,” jelasnya.

Karena itu, RT, RW, LPM dan masyarakat diminta tetap aktif menyampaikan kebutuhan wilayah. Semakin awal usulan disampaikan, semakin besar peluang untuk masuk dalam perencanaan pembangunan, baik melalui pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat.

“Jangan karena satu usulan belum terealisasi, kemudian Bapak-Ibu tidak mengusulkannya lagi. Bisa jadi usulan tersebut sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan, tetapi karena berbagai keterbatasan anggaran dan prioritas, pelaksanaannya harus menunggu,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Rio mendorong masyarakat memanfaatkan jalur pemerintah untuk mengembangkan program pemberdayaan dan usaha masyarakat. Kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun program pemberdayaan diminta segera menyampaikan usulannya melalui kelurahan.

Begitu pula pelaku UMKM yang masih membutuhkan pembinaan. Kelurahan dapat membantu menghubungkan masyarakat dengan organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM.

“Selama ada potensi dan kemauan untuk berkembang, pemerintah akan berupaya membantu mencarikan solusi dan akses pembinaannya,” ujarnya.

Rio juga mengingatkan masyarakat agar tidak sungkan menyampaikan persoalan lingkungan yang terjadi di wilayah masing-masing. Mulai dari lampu penerangan jalan yang mati, pohon yang mengganggu badan jalan, hingga berbagai persoalan lingkungan lainnya, dapat disampaikan melalui RT, RW maupun kelurahan untuk dicarikan solusi sesuai kewenangan.

Menurutnya, pemerintah tidak mungkin mengetahui seluruh persoalan masyarakat tanpa adanya laporan dan komunikasi dari warga. Karena itu, komunikasi antara masyarakat, RT, RW, kelurahan, pemerintah daerah dan DPRD dinilai menjadi kunci agar setiap persoalan dapat ditangani secara tepat.

“Pemerintah tidak mungkin mengetahui seluruh persoalan masyarakat tanpa adanya informasi dan laporan dari masyarakat,” tegasnya.

Rio mengakui sejumlah kebijakan pemerintah saat ini mengalami penyesuaian sebagai dampak kondisi anggaran. Bahkan, beberapa program harus dilakukan melalui efisiensi. Namun, kondisi tersebut bukan alasan untuk menghentikan pembangunan maupun penyampaian aspirasi masyarakat.

“Bukan berarti kita kemudian berhenti membangun atau berhenti mengusulkan program. Tetap ada ruang untuk kita memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berdoa dan berikhtiar agar kondisi negara dan perekonomian kembali membaik. Ia juga berharap para pemimpin di semua tingkatan pemerintahan diberikan kekuatan dan kemampuan dalam mengelola anggaran sehingga pelayanan publik tetap berjalan maksimal.

Sekretaris Kecamatan Mandau Rio Sentosa kembali menegaskan pentingnya keberlanjutan aspirasi masyarakat dalam proses pembangunan.

“Jangan pernah berhenti menyampaikan aspirasi. Jangan berhenti mengusulkan kebutuhan masyarakat. Karena pembangunan tidak akan berjalan apabila kebutuhan masyarakat tidak pernah disampaikan,” pungkasnya.

Pelaksanaan Musrenbang  diharapkan menjadi titik awal untuk mengawal 46 usulan masyarakat Kelurahan Babussalam, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, DPRD, perangkat kelurahan, RT/RW, LPM, tokoh masyarakat dan warga dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan masyarakat yang lebih sejahtera.**

Komentar