Perkuat Kapasitas Produksi, PHR Dorong Ketahanan Energi dari Zona Rokan

PHR266 Dilihat

DURI,DURIPOS.COM – Ketahanan energi tidak hanya dibangun dari menemukan sumber daya baru, tetapi juga dari kemampuan menjaga dan mengoptimalkan fasilitas produksi yang telah ada. Langkah tersebut terus dilakukan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui peningkatan kapasitas fasilitas produksi di Pematang Gathering Station (GS) dan Pungut GS, Wilayah Kerja (WK) Rokan atau Zona Rokan.

Peningkatan kapasitas tersebut ditandai secara resmi dengan beroperasinya fasilitas produksi baru New WIP (Water Injection Pump) di Pematang GS. Peresmian dilakukan melalui kegiatan “Expanding Capacity for Stronger Future” pada Jumat, 25 September 2026.

Fasilitas ini merupakan bagian dari program Rokan Well Development Pematang GS Upgrade, dimana salah satu ruang lingkupnya yaitu meningkatkan kapasitas water injection di area Pematang sebesar 2 x 40,000 BWPD. Dengan beroperasinya New WIP Pematang GS ini, diharapkan kapasitas dan kehandalan fasilitas produksi Pematang GS akan meningkat, sehingga dapat menurunkan LPO (Loss Production Opportunity) di Lapangan Pematang.

Pada momentum peresmian ini, juga disampaikan apresiasi atas penyelesaian sejumlah proyek Facility Upgrade lainnya, diantaranya proyek Pungut GS Upgrade dan proyek New Gas Boot Pematang. Penyelesaian proyek tersebut juga membuat proses operasi lebih optimal dengan kapasitas pengolahan production fluid dan water injection yang lebih besar. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas fungsi di PHR, meliputi Project & Technical Engineering, Operation & Maintenance, serta dukungan dari beberapa mitra kerja.

Pencapaian tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan pengembangan fasilitas produksi sekaligus bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasi. Melalui penguatan kapasitas fasilitas, PHR terus mendorong optimalisasi aset dan keandalan infrastruktur produksi untuk mendukung keberlangsungan produksi minyak di Zona Rokan.

Operation Head Project & Technical Engineering Pramudyana Agus Harlianto, mengatakan peningkatan kapasitas fasilitas merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan operasi dan mengoptimalkan potensi yang ada di Zona Rokan.

“Setiap peningkatan kapasitas dan keandalan fasilitas merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga keberlangsungan operasi. Capaian ini tentu tidak terlepas dari kolaborasi dan kontribusi seluruh pihak serta dukungan dari SKK Migas. Ke depan, sinergi tersebut akan terus diperkuat untuk mendukung pengembangan WK Rokan secara aman, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Pramudyana.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kolaborasi dan kontribusi seluruh pihak yang telah mendukung penyelesaian proyek-proyek peningkatan kapasitas produksi tersebut.

Peningkatan kapasitas fasilitas menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan operasi dapat terus berjalan secara optimal. Infrastruktur produksi yang andal mendukung pengelolaan proses produksi sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan lapangan secara berkelanjutan.

Koordinator Departemen Operasi SKK Migas Sumbagut, Muhammad Rochaddy Lubis, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas dan keandalan fasilitas produksi merupakan bagian penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan hulu minyak dan gas bumi.

“Peningkatan kapasitas fasilitas merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi. Kami ucapkan terima kasih dan mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung penyelesaian proyek ini,” katanya.

Bagi PHR, penguatan fasilitas produksi tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan kontribusi sektor hulu migas bagi kebutuhan energi. Setiap peningkatan kapasitas dan keandalan fasilitas menjadi bagian dari rangkaian upaya untuk menjaga produksi dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Keberhasilan penyelesaian proyek di Pematang dan Pungut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menjalankan proyek-proyek strategis. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menyelesaikan berbagai proyek peningkatan kapasitas produksi lainnya yang tengah berjalan di Area Sumatera Light North pada khususnya dan Zona Rokan pada umumnya.

Semangat “Expanding Capacity for Stronger Future” menjadi pengingat bahwa keberlanjutan energi dibangun melalui kerja bersama, inovasi, keandalan fasilitas, serta konsistensi dalam mengoptimalkan potensi yang ada.

Dengan terus memperkuat kapasitas dan keandalan fasilitas produksi, PHR berkomitmen melanjutkan pengembangan WK Rokan secara aman, efektif, dan berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan dapat terus memberikan kontribusi bagi keberlangsungan produksi minyak sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan energi nasional.***

 

TENTANG PHR ZONA ROKAN

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.

Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.**

 

Komentar