Dari Dapur Sekolah, SMKN 3 Mandau Gelar Sertifikasi Kompetensi Pembuatan Roti Manis

Bengkalis66 Dilihat

BATHIN SOLAPAN, DURIPOS.COM – Aroma roti dan kesibukan di ruang praktik SMK Negeri 3 Mandau, Kabupaten Bengkalis, menjadi bagian dari proses penting bagi para siswa untuk menatap dunia kerja. Bukan sekadar belajar membuat produk pangan, para murid mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) Tahun 2026 sebagai pembuktian atas keterampilan yang mereka pelajari di bangku sekolah.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, tanggal 23–24 September 2026, tersebut merupakan bagian dari Program Pemerintah Sertifikasi Kompetensi Murid SMK Tahun 2026 yang dilaksanakan SMKN 3 Mandau bekerja sama dengan LSP P3 Pertanian Nasional.

Sertifikasi diikuti murid dari Konsentrasi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dengan mengambil skema Pembuatan Roti Manis. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang diikuti pihak sekolah, asesor dari LSP P3 Pertanian Nasional, guru pendamping, serta para murid peserta uji sertifikasi.

Bagi siswa, sertifikasi ini bukan hanya tentang memperoleh selembar sertifikat. Lebih dari itu, mereka dituntut membuktikan kemampuan secara langsung melalui serangkaian proses kerja yang terukur, mulai dari persiapan bahan dan peralatan, pengolahan adonan, fermentasi, pembentukan, pemanggangan hingga penyelesaian produk.

Dalam proses tersebut, aspek kebersihan, keamanan pangan, kualitas produk, serta keselamatan kerja juga menjadi bagian yang diperhatikan.

Kepala SMKN 3 Mandau, Agus Subagiyo, ST., M.Si, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian penting dari pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha.

“Sertifikasi kompetensi merupakan bagian penting dalam mempersiapkan murid SMK agar memiliki kompetensi yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha. Melalui kegiatan ini, kami berharap murid APHP semakin percaya diri untuk mengembangkan keterampilannya, baik untuk bekerja maupun berwirausaha,” ujar Agus.

Menurutnya, pelaksanaan sertifikasi juga menjadi bagian dari komitmen SMKN 3 Mandau sebagai SMK Pusat Keunggulan dalam menghadirkan pembelajaran vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.

Kerja sama dengan LSP P3 Pertanian Nasional memberikan kesempatan kepada murid untuk mengikuti proses asesmen kompetensi secara terstandar. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran di sekolah dapat diuji dan diakui melalui proses sertifikasi.

Selama dua hari pelaksanaan, para murid mengikuti rangkaian asesmen sesuai dengan skema Pembuatan Roti Manis. Mereka diharapkan mampu menunjukkan kompetensi secara optimal dengan menerapkan pengetahuan, keterampilan, sikap kerja, serta standar kebersihan dan keselamatan dalam proses produksi.

Kegiatan tersebut juga mendapat pemantauan dari Kasi SMK Cabang Dinas Wilayah II Duri, Henjien Susilo. Ia menyampaikan terima kasih kepada Direktorat SMK atas dukungan melalui Program Bantuan Sertifikasi Kompetensi bagi murid SMK.

“Semoga kegiatan yang sangat bermanfaat ini dapat berlangsung kembali pada tahun yang akan datang,” ujarnya.

Pelaksanaan sertifikasi kompetensi ini sekaligus memperkuat langkah SMKN 3 Mandau dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi, kemandirian, serta kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Bagi para siswa APHP, pengalaman mengolah bahan menjadi produk roti manis melalui proses yang terukur menjadi pengalaman berharga. Dari ruang praktik sekolah, mereka belajar bahwa keterampilan bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi juga menjadi bekal untuk bekerja dan membuka peluang usaha di masa depan.

Dengan terselenggaranya sertifikasi kompetensi tersebut, SMKN 3 Mandau terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan berorientasi pada penguatan keterampilan nyata bagi murid.**

Komentar