SMKN 3 Mandau Perkuat Pendidikan Vokasi Lewat Teaching Factory

Provinsi Riau276 Dilihat

BATHIN SOLAPAN,DURIPOS.COM – SMK Negeri 3 Mandau terus memperkuat transformasi pendidikan vokasi melalui kegiatan Sosialisasi Program Bantuan Teaching Factory (TEFA), Program Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM), serta Program Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang digelar di SMKN 3 Mandau, Kabupaten Bengkalis, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Wilayah II Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Faizal Ahmaddin, A.P., M.Si. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi komitmen SMKN 3 Mandau sebagai SMK Pusat Keunggulan yang terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi.

Menurutnya, implementasi berbagai program strategis tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BBPPMPV BBL Medan, PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Perawang, serta diikuti pengawas SMK, Ketua Komite SMKN 3 Mandau, kepala sekolah jejaring, guru, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sesi materi, peserta memperoleh pemahaman mengenai ekosistem Teaching Factory (TEFA) yang menekankan pembelajaran berbasis produksi dan layanan dengan budaya kerja industri. Melalui konsep tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya menguasai kompetensi teknis sesuai bidang keahlian, tetapi juga memiliki etos kerja profesional, disiplin, kolaboratif, produktif, serta berorientasi pada mutu dan kepuasan pelanggan.

Materi berikutnya membahas Program Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah, berkolaborasi, dan melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran sehingga memiliki kompetensi abad ke-21.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai Program Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sebagai bagian dari transformasi digital pendidikan. Program tersebut bertujuan membangun kemampuan berpikir komputasional, kreativitas, literasi digital, serta kesiapan peserta didik menghadapi era teknologi berbasis kecerdasan artifisial.

Sementara itu, pemaparan mengenai Program Bantuan Teaching Factory dan Penguatan Budaya Industri bersama PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Perawang menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan dunia industri melalui penyelarasan kurikulum, praktik kerja lapangan, pengembangan Teaching Factory, hingga pembiasaan budaya kerja industri di lingkungan sekolah.

Kepala SMKN 3 Mandau, Agus Subagiyo, ST., M.Si, mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi program prioritas Kementerian Pendidikan, khususnya dalam penguatan pendidikan vokasi.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh program, mulai dari Teaching Factory, Pembelajaran Mendalam hingga Koding dan Kecerdasan Artifisial dapat dipahami dan diimplementasikan secara maksimal. Dengan dukungan pemerintah, dunia industri, komite sekolah, serta sekolah jejaring, SMKN 3 Mandau berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan benar-benar siap memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan,” ujar Agus.

Ia menambahkan, kolaborasi yang telah terjalin dengan berbagai mitra industri menjadi modal penting bagi SMKN 3 Mandau untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kebutuhan industri.

Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh peserta memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi Teaching Factory, pembelajaran mendalam, penerapan koding dan kecerdasan artifisial, serta penguatan budaya industri.

Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan dunia usaha diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Provinsi Riau sekaligus melahirkan lulusan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.**

Komentar