771 Santri dari 75 MDTA Ikuti Akhirussanah, Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Tahfidz Akbar ke-3 Mandau–Bathin Solapan

Bengkalis785 Dilihat

DURI,DURIPOS.COM– Sebanyak 771 santri dari 75 Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se-Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan mengikuti kegiatan Akhirussanah, Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Tahfidz Akbar ke-3 yang digelar di Masjid Besar Arafah Duri, Ahad (14/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “MDTA Siap Untuk Generasi Qurani, Hafal Al-Qur’an, Kokoh Aqidah, Indah Akhlak” tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, pendidik, serta wali santri.

Turut hadir Bupati Bengkalis Hj Kasmarni, S.Sos., MMP, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis yang diwakili Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Mahzum, S.Pd.I., sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Camat Mandau, Camat Bathin Solapan, Camat Pinggir, Camat Talang Muandau, para guru MDTA, orang tua santri, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bengkalis, Bona Faisal, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi terhadap perkembangan pendidikan diniyah di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, wisuda tahun ini diikuti sebanyak 771 santri yang berasal dari 75 MDTA di Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan. Jumlah ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anak sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujar Bona.

Ia menjelaskan, wisuda tersebut merupakan puncak dari proses pendidikan yang telah dijalani para santri setelah mengikuti pembelajaran dan berbagai tahapan evaluasi di masing-masing MDTA.

Menurutnya, keberhasilan para santri tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, pengelola MDTA, para guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini mendukung pendidikan keagamaan.

Bona juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis, khususnya Bupati Kasmarni, yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan keagamaan dan kesejahteraan guru MDTA.

“Kami berharap melalui pendidikan MDTA akan lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan tartil, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis yang diwakili Kasi PD Pontren Mahzum, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Kabupaten Bengkalis menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Menurut Mahzum, dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan diniyah menjadi contoh positif yang sering dibahas dalam berbagai forum evaluasi pendidikan keagamaan.

“Alhamdulillah, Kabupaten Bengkalis termasuk daerah yang memiliki perhatian serius terhadap pengembangan MDT dan para gurunya. Ini menjadi contoh yang baik bagi daerah lain,” ujarnya.

Mahzum menegaskan bahwa keberadaan MDTA memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks.

“MDTA merupakan benteng akhlak dan moral bagi anak-anak kita. Dengan fondasi agama yang kuat, diharapkan mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mahzum juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru MDTA atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda. Ia berharap para wisudawan dan wisudawati terus melanjutkan pendidikan agama serta meningkatkan prestasi di masa mendatang.

Kegiatan Akhirussanah, Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Tahfidz Akbar ke-3 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk melahirkan generasi Qurani yang hafal Al-Qur’an, berakidah kuat, serta memiliki akhlak mulia sebagai bekal membangun masa depan Kabupaten Bengkalis yang lebih baik.**

Komentar