Polsek Mandau Dorong Gerakan Tanam Jagung untuk Ketahanan Pangan

Bengkalis34 Dilihat

MANDAU,DURIPOS.COM – Hamparan lahan di Jalan Sinar Langkat RT 06 RW 05 Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, mulai berubah wajah. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal itu kini ditanami jagung melalui Program Gerakan Penanaman Jagung Seluas 1 Juta Hektare yang digagas Polri dalam Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 11.03 WIB, jajaran Polres Bengkalis dan Polsek Mandau bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Pemerintah Desa Harapan Baru, serta Kelompok Tani Budi Makmur turun langsung meninjau sekaligus mendorong pengelolaan lahan pertanian tersebut.

Di tengah cuaca siang yang terik, semangat para petani dan aparat tetap terlihat. Mereka bersama-sama menaruh harapan besar pada lahan seluas sekitar dua hektare itu agar mampu menghasilkan panen yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri dalam mendukung kebijakan nasional di sektor pangan. Tidak hanya menjaga keamanan, Polri juga hadir mendampingi masyarakat agar lahan produktif dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pertanian.

Kapolsek Mandau, Primadona Caniago, mengatakan keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Program ini merupakan dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Kami berharap masyarakat bersama kelompok tani dapat memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami jagung sehingga hasilnya nanti bisa membantu ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Kompol Primadona Caniago.

Lahan yang dikelola masyarakat Desa Harapan Baru bersama Kelompok Tani Budi Makmur itu diperkirakan akan memasuki masa panen raya jagung pipil pada Juni 2026 mendatang.

Bagi warga, gerakan ini bukan sekadar menanam jagung. Di balik bibit yang mulai tumbuh, tersimpan harapan tentang ketersediaan pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga semangat gotong royong antara aparat, pemerintah, dan petani dalam membangun desa dari sektor pertanian.**

Komentar