BENGKALIS,DURIPOS.COM – Seluruh jajaran pejabat struktural, staf pegawai, peserta magang, hingga Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis mengikuti kegiatan Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 secara virtual yang dipusatkan di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kunjungan Lapas Bengkalis sejak pukul 09.00 WIB itu menjadi puncak peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Acara berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur sebagai refleksi perjalanan panjang pemasyarakatan selama 62 tahun.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni tasyakuran, tetapi juga diwarnai penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) strategis oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama sejumlah kementerian dan instansi terkait. Kerja sama itu bertujuan memperkuat sinergi dalam pelayanan kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi bagi warga binaan.
Suasana religius terasa saat seluruh peserta mengikuti doa bersama yang mengawali rangkaian acara nasional melalui sambungan virtual. Jajaran Lapas Bengkalis juga menyaksikan napak tilas perjalanan pemasyarakatan, pengukuhan Pengurus Persatuan Purnabakti Pemasyarakatan Indonesia (P3I) masa bakti 2026–2030, serta pemberian penghargaan kepada insan pemasyarakatan berprestasi.
Selain itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan juga menyerahkan bantuan sosial dan beasiswa sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga warga binaan dan masyarakat yang membutuhkan.
Sorotan utama dalam kegiatan ini adalah penandatanganan kerja sama antara Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Menteri Koperasi, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri Dalam Negeri, hingga BPJS Kesehatan. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga binaan melalui akses layanan kesehatan yang lebih baik, serta pemberdayaan ekonomi melalui sektor koperasi dan UMKM.
Sebagai simbol dukungan terhadap program tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan gerobak usaha kepada keluarga warga binaan guna mendorong kemandirian ekonomi.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa peringatan HBP ke-62 menjadi momentum penting bagi seluruh petugas pemasyarakatan untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas.
“Tasyakuran HBP ke-62 ini adalah momentum bagi kita semua untuk berefleksi dan bersyukur atas perjalanan panjang institusi ini. Penandatanganan MoU dengan berbagai kementerian tadi menunjukkan bahwa arah pemasyarakatan ke depan semakin inklusif dan kolaboratif. Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk mempedomani amanat Menteri, menjaga komitmen, dan terus memberikan pelayanan terbaik yang humanis bagi masyarakat maupun warga binaan,” ujar Priyo.
Kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas pengabdian insan pemasyarakatan selama lebih dari enam dekade. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, tertib, dan penuh kebersamaan.
Melalui momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini, Lapas Bengkalis menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas demi mewujudkan pembinaan warga binaan yang lebih baik.**












Komentar