Gugur di Garis Api, Pejuang Karhutla Bengkalis Tinggalkan Duka Mendalam

Bengkalis387 Dilihat

BENGKALIS,DURIPOS.COM — Asap tipis yang masih menyelimuti langit Bengkalis seakan menjadi saksi bisu atas kepergian seorang pejuang di garis depan.

Muharmizan, anggota Manggala Agni Daops Siak, menghembuskan napas terakhirnya saat menjalankan tugas mulia memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Peristiwa duka ini terjadi saat almarhum berjibaku melawan api sejak pagi hingga sore hari. Di tengah medan berat dan risiko tinggi, dedikasi Muharmizan tak pernah surut hingga akhirnya ia gugur dalam tugas, sebuah pengorbanan yang kini dikenang sebagai bagian dari perjuangan menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Bupati Bengkalis Kasmarni menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian tersebut. Ia menegaskan bahwa almarhum bukan sekadar petugas, melainkan sosok pejuang yang telah mengabdikan diri demi kepentingan banyak orang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Almarhum adalah sosok pejuang yang telah mengabdikan diri demi menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujar Kasmarni.

Menurutnya, gugurnya Muharmizan menjadi kehilangan besar, terutama dalam upaya penanggulangan karhutla di daerah yang kerap dilanda kebakaran saat musim kemarau. Dedikasi almarhum di lapangan dinilai sebagai bentuk pengabdian yang tidak ternilai, sekaligus pengingat bahwa tugas memadamkan karhutla bukanlah pekerjaan ringan.

Kasmarni juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian dan pengorbanan almarhum yang telah bertugas di garis depan dalam kondisi penuh keterbatasan dan bahaya. Ia menegaskan bahwa perjuangan para petugas karhutla membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar. Upaya pencegahan, menurutnya, jauh lebih penting guna menghindari bencana kabut asap yang berdampak luas.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mari kita jaga bersama daerah kita agar terbebas dari bencana kabut asap,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Kasmarni mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini.

Kepergian Muharmizan menjadi pengingat bahwa di balik setiap upaya pemadaman karhutla, ada risiko besar yang dipertaruhkan—bahkan nyawa. Dan dari tanah Bengkalis, satu lagi pejuang telah gugur, meninggalkan jejak pengabdian yang tak akan terlupakan.**

Komentar