Di Balik Alam, Syaiful Ardi Buka Ruang Aspirasi dan Pastikan Layanan Gratis untuk Warga

Bengkalis209 Dilihat

MANDAU,DuriPos.com – Sore itu, Kamis (12/2/2026), halaman rumah warga di Jalan Hasanudin RT 02 RW 04, Kelurahan Balik Alam, tampak lebih ramai dari biasanya. Kursi-kursi plastik tersusun sederhana, warga duduk berdampingan, sebagian membawa catatan kecil berisi harapan.

Di sanalah Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Syaiful Ardi, SH, menggelar reses datang bukan sekadar menyapa, tetapi mendengar. Reses yang digelar di Kecamatan Mandau itu menjadi ruang pertemuan antara wakil rakyat dan masyarakat.

Syaiful Ardi, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang duduk di Komisi IV membidangi kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, memanfaatkan momentum tersebut untuk menjemput aspirasi sekaligus mensosialisasikan program strategis Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Di hadapan warga Balik Alam, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin layanan kesehatan gratis melalui skema BPJS Kesehatan yang ditanggung APBD.

“Kalau ada yang belum punya BPJS, jangan takut berobat. Cukup bawa Kartu Keluarga ke Puskesmas atau rumah sakit pemerintah, tetap akan dilayani. Itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” ujarnya, disambut anggukan warga.

Ia juga menjelaskan, bagi masyarakat yang kepesertaan BPJS-nya nonaktif karena berhenti bekerja, pengaktifan kembali dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan sesuai prosedur.

Tak hanya kesehatan, sektor pendidikan turut menjadi perhatian. Syaiful menyampaikan bahwa Pemkab Bengkalis menyediakan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa semester tiga hingga tujuh, baik yang berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu. Program itu, menurutnya, menjadi bentuk investasi daerah dalam menyiapkan generasi masa depan.

Di bidang keagamaan, ia memaparkan adanya dukungan dana operasional sebesar Rp25 juta untuk masjid dan Rp23 juta untuk mushala yang disalurkan setiap dua tahun.

“Silakan ajukan proposal, baik untuk pembangunan rumah ibadah maupun sarana pendidikan seperti MDA. Tugas kami di DPRD mengawal agar anggaran itu benar-benar sampai dan bermanfaat,” tegasnya.

Dialog pun mengalir. Warga menyampaikan kebutuhan pembangunan jalan lingkungan dan drainase. Menanggapi itu, Syaiful mempersilakan pengajuan usulan, seraya mengingatkan pentingnya perencanaan teknis, terutama dalam pembangunan parit agar aliran air terhubung dari hulu ke hilir dan tidak menimbulkan persoalan baru.

Bagi warga Balik Alam, reses tersebut bukan sekadar agenda formal tahunan. Ia menjadi ruang untuk didengar, tempat keluhan disampaikan, dan harapan dititipkan.

Menjelang Ramadhan, suasana pertemuan terasa semakin hangat. Syaiful Ardi menutup kegiatan dengan menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada masyarakat.

“Semoga silaturahmi ini terus terjaga. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami perjuangkan menjadi program pembangunan yang nyata,” ucapnya.

Di Balik Alam, sore itu bukan hanya tentang program dan angka anggaran, tetapi tentang kehadiran, tentang wakil rakyat yang datang, duduk sejajar, dan mendengar.**

Komentar