Milad ke-24 IGRA, Kades Muara Basung Apresiasi Ketulusan Guru Raudhatul Athfal

Pendidik Adalah Sosok Istimewa

Bengkalis158 Dilihat

PINGGIR,DURIPOS.COM – Dedikasi seorang guru tidak hanya diukur dari ilmu yang diberikan, tetapi juga dari kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan dalam membimbing generasi sejak usia dini. Pesan tersebut disampaikan Kepala Desa Muara Basung Akhyar Mukmin, saat menghadiri peringatan Milad ke-24 Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) di Gedung Serba Guna Hj. Nuryah Binti Penghulu Sontel Sontel, Sabtu (31/10/2026).

Dalam sambutannya, Akhyar Mukmin menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-24 IGRA. Ia berharap organisasi yang menaungi para pendidik Raudhatul Athfal (RA) tersebut terus konsisten dalam pengabdian, memperkuat kader, menyatukan gerak, serta melahirkan berbagai karya dan prestasi menuju IGRA yang bermartabat dan bermanfaat.

Menurut Akhyar, menjadi seorang guru, khususnya guru RA, merupakan tugas mulia yang membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan luar biasa. Sebab, para guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak sejak usia dini.

“Pahala yang paling tinggi itu adalah menjadi seorang guru. Guru RA merupakan orang-orang istimewa yang Allah takdirkan untuk mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan,” ungkap Akhyar.

Ia mengaku, tugas mendidik anak-anak usia dini bukanlah pekerjaan yang mudah. Bahkan, menurutnya, tidak semua orang tentu mampu menjalankan tanggung jawab tersebut dengan baik.

“Kalau kami disuruh menjadi guru RA, mungkin belum tentu mampu dan sanggup. Karena itu, Bapak dan Ibu guru adalah orang-orang istimewa yang harus kita hargai dan hormati,” tuturnya.

Untuk menggambarkan bahwa setiap orang memiliki kemampuan dan peran masing-masing, Ahyar menyampaikan sebuah perumpamaan.

“Jangan kita katakan silet itu tidak tajam karena tidak bisa memotong batang kelapa, dan jangan pula kita katakan kapak itu tumpul karena tidak bisa mencukur kumis. Semuanya memiliki fungsi dan porsinya masing-masing,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap profesi memiliki keistimewaan dan tanggung jawab tersendiri. Begitu pula guru RA yang memiliki peran penting dalam meletakkan fondasi pendidikan, akhlak, dan karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Kegiatan Milad ke-24 IGRA ini dihadiri Ketua IGRA Kabupaten Bengkalis, Santi Arah, S.Pd.I., M.M., Gr., Ketua IGRA Kecamatan, Elva Sukaesih, S.Pd., Gr., serta para kepala sekolah dan guru RA dari empat kecamatan, yakni Pinggir, Talang Muandau, Mandau, dan Bathin Solapan.

Melalui momentum peringatan tersebut, diharapkan IGRA semakin memperkuat kebersamaan dan soliditas para pendidik, sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi.**

Komentar