Panen 150 Kg Kangkung, Lapas Bengkalis Menanam Keterampilan dan Harapan bagi Warga Binaan

Lapas21 Dilihat

BENGKALIS, DURIPOS.COM — Dari hamparan tanaman hijau, harapan itu tumbuh. Bukan sekadar kangkung yang dipanen, tetapi juga keterampilan, kedisiplinan dan semangat untuk menatap kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Hal itu terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Rabu (7/10/2026) pagi. Sekitar pukul 08.30 WIB, warga binaan memanen sebanyak 150 kilogram kangkung hasil budidaya mereka sendiri. Hasil panen tersebut kemudian disalurkan kepada mitra kerja sama Bama sebagai bagian dari keberlanjutan program pembinaan kemandirian.

Kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari program rutin Bimbingan Kerja (Bimker) Seksi Bimbingan Kerja Lapas Kelas IIA Bengkalis. Proses budidaya dilakukan mulai dari penanaman, perawatan hingga pemanenan oleh warga binaan dengan pendampingan dan pengawasan petugas.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis Priyo Tri Laksono turut memantau langsung kegiatan tersebut bersama jajaran Kasubsi, staf dan peserta magang. Menurutnya, kegiatan bercocok tanam bukan hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan warga binaan.

“Ini bukan sekadar menanam sayur—ini menanam semangat, keterampilan, dan harapan. Langkah nyata mendukung arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mewujudkan Astacita Presiden RI di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi,” ujar Priyo.

Di balik 150 kilogram kangkung yang berhasil dipanen, terdapat proses panjang yang dikerjakan secara konsisten oleh warga binaan. Mereka tidak hanya belajar bagaimana menghasilkan tanaman yang layak panen, tetapi juga dilatih untuk bekerja secara disiplin, bertanggung jawab dan memahami proses produksi.

Kepala Seksi Bimbingan Kerja Lapas Bengkalis mengatakan, seluruh tahapan budidaya dikerjakan langsung oleh warga binaan dengan pendampingan petugas.

“Seluruh proses—dari menanam, merawat, hingga memanen—dikerjakan langsung oleh warga binaan di bawah bimbingan dan pengawasan kami. Kegiatan ini melatih kedisiplinan, tanggung jawab, sekaligus membekali keterampilan yang dapat berguna saat mereka kembali ke masyarakat,” katanya.

Hasil panen selanjutnya disalurkan secara teratur kepada mitra kerja sama Bama. Pola tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga kualitas hasil produksi dan memastikan program pembinaan kemandirian dapat berjalan secara berkelanjutan.

Bagi Lapas Bengkalis, kegiatan sederhana di lahan budidaya itu memiliki makna yang jauh lebih besar. Setiap tanaman yang tumbuh menjadi bagian dari proses mempersiapkan warga binaan agar tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan panen berlangsung tertib, aman dan kondusif. Lapas Kelas IIA Bengkalis pun terus berkomitmen memperkuat program pembinaan kemandirian melalui kegiatan produktif, termasuk sektor pertanian, sebagai bagian dari upaya menciptakan warga binaan yang semakin berdaya, mandiri dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.

Dengan demikian, 150 kilogram kangkung yang dipanen hari itu bukan sekadar angka produksi. Ia menjadi simbol bahwa di balik tembok pemasyarakatan, proses pembinaan terus menumbuhkan sesuatu yang lebih penting: keterampilan dan harapan untuk masa depan.**

Komentar