PHR Bersama Pemkab Bengkalis dan Masyarakat Hidupkan Desa Wisata Balai Pungut melalui Festival Pacu Sampan

PHR24 Dilihat

BENGKALIS,DURIPOS.COM – Riak air Sungai Batang Mandau bergemuruh diiringi sorak-sorai warga yang memadati tepian Desa Wisata Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Dengan tema “Merdeka Mengayuh, Mandiri Bertumbuh”, puluhan dayung kayu merobek arus sungai dengan gagah dalam perhelatan Festival Pacu Sampan Tepian Batang Mandau. Kegiatan ini digelar oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berkolaborasi Multi-Stakeholder mulai Pemerintah Bengkalis hingga masyarakat setempat pada Rabu (19/8/2026) untuk memperingati Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Desa Balai Pungut bukan sekedar tepian sungai biasa. Secara demografi dan histori, kawasan di Kecamatan Pinggir ini memiliki sejarah yang menjadi bagian dari jalur kehidupan dan transportasi masyarakat serta memiliki keterkaitan dengan mobilitas serta logistik pada masa awal perkembangan kegiatan hulu migas di Blok Rokan. Memadukan kekayaan warisan sejarah dan jejak emas industri migas, Festival Pacu Sampan ini hadir sebagai simpul perekat tradisi dan modernitas.

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan aktivasi program Community Involvement and Development (CID) PHR Zona Rokan yang dilakukan dalam rangka pengembangan pelestarian budaya lokal, memperkuat potensi desa wisata, serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat Desa Wisata Balai Pungut, sekaligus momentum memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Pada 2025 PHR telah melakukan pendampingan dan peningkatan dalam pembentukan Pokdarwis, Perancangan Ripardes, peningkatan kapasitas pokdarwis terkait manajemen pengelolaan wisata serta hospitality hingga sarana dan prasarana penunjang Desa WIsata.

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, menegaskan bahwa dukungan perusahaan terhadap pelestarian tradisi lokal merupakan komitmen berkelanjutan PHR untuk tumbuh selaras bersama masyarakat.

“Pertamina Hulu Rokan berkomitmen tidak hanya fokus pada keandalan operasi migas, tetapi juga hadir secara aktif menjaga kearifan lokal serta mendorong kemandirian ekonomi warga. Festival Pacu Sampan di Balai Pungut ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus pemantik bangkitnya pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Kami berharap momen ini makin memperkuat sinergi yang harmonis antara PHR, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, dan masyarakat demi mendukung keberlanjutan operasi PHR di wilayah Rokan,” ujar Eviyanti Rofraida.

Hadir langsung membuka perhelatan, Bupati Bengkalis Kasmarni, S.Sos., M.M.P., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian PHR terhadap pelestarian warisan budaya Melayu dan pemberdayaan ekonomi di wilayahnya.

“Pemerintah Kabupaten Bengkalis sangat menyambut baik dan mengapresiasi komitmen PT Pertamina Hulu Rokan yang terus konsisten mendampingi masyarakat. Balai Pungut adalah daerah bersejarah, baik dari sisi kebudayaan Melayu maupun jejak sejarah migas kita. Melalui Festival Pacu Sampan ini, PHR tidak hanya menghidupkan kembali tradisi kebanggaan warga di Batang Mandau, tetapi juga menggerakkan ekonomi UMKM dan pariwisata daerah,” ujarnya.

Menurut Kasmarni, kegiatan ini bukan sekedar perayaan untuk mengangkat potensi wisata daerah, melainkan juga ajang untuk merawat beragam kearifan lokal yang kita miliki. Beliau berpesan, “Sampan tidak akan melaju jika pengayuh bergerak sendiri. Namun, dengan kolaborasi, kekompakan, satu semangat, dan satu tujuan, kita bisa melangkah lebih jauh,” ungkap Kasmarni.

Melalui festival ini, ia mengajak mari jadikan momentum gotong royong untuk bersama-sama membangun desa dan daerah, sekaligus menumbuhkan kesadaran wisata di tengah masyarakat.

Erwin, selaku Ketua Pokdarwis Balai Pungut, menjelaskan bahwa kawasan ini dulunya memiliki akar budaya yang sangat kental. Berawal dari gagasan Pemerintah Desa beserta para tokoh masyarakat, tercetuslah ide untuk menjadikan Sungai Mandau sebagai destinasi wisata yang indah, bukan sekadar dikenal sebagai tempat berwisata, tetapi juga dikenang sebagai bagian dari sejarah. Objek wisata ini diharapkan mampu mendorong pembangunan serta kemajuan di Balai Pungut.

Pembentukan Pokdarwis ini telah dirintis hingga akhirnya pada tahun 2025 kami mendapatkan pembinaan langsung dari PHR (PT Pertamina Hulu Rokan). Bantuan tersebut memberikan banyak ilmu baru, sehingga manajemen pengelolaan menjadi jauh lebih baik dan terkendali sejak tahun 2025.

“Tujuan utama kami adalah menjadikan desa ini dikenal sebagai desa wisata yang lahir dari cerita sejarah Balai Pungut. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PHR atas ilmu, pelatihan, serta dukungan fasilitas untuk mendukung pariwisata ini. Dalam perkembangannya, berkat pendampingan dari PHR, UMKM setempat juga telah berdiri dan berkembang,” ungkap Erwin.

Selain disaksikan riuh ribuan warga, perhelatan ini turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, jajaran pejabat Pemkab Bengkalis, tokoh masyarakat, pemuda Karang Taruna, Bumdes serta Masyarakat. Melalui kegiatan kolaboratif multi-stakeholder ini, memberikan semangat serta memperkuat identitas Desa Wisata Balai Pungut sebagai destinasi wisata berbasis Sejarah dan budaya yang memberikan manfaat ekonomi bekelanjutan bagi Masyarakat sekaligus mendukung hubungan harmonis dan keberlanjutan operasi PHR.

Tentang PHR Zona Rokan

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.

Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.**

 

Komentar