PHR Perkuat Kelistrikan Lapangan Libo Demi Dongkrak Produksi Migas

PHR217 Dilihat

LIBO,DURIPOS.COM – Deru mesin produksi di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau, tak hanya bergantung pada kekayaan minyak yang tersimpan di perut bumi. Di balik setiap tetes minyak yang berhasil diproduksi, terdapat infrastruktur yang bekerja tanpa henti, salah satunya sistem kelistrikan yang menjadi “jantung” operasional lapangan migas.

Kesadaran akan pentingnya pasokan energi listrik yang andal mendorong PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperkuat infrastruktur kelistrikan melalui proyek Libo Substation Upgrade. Proyek yang rampung pada Maret 2026 ini meningkatkan kapasitas gardu induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA atau bertambah 14 MVA, guna mendukung pengembangan sumur-sumur baru sekaligus menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas di Wilayah Kerja Rokan.

Penguatan sistem kelistrikan tersebut menjadi kebutuhan mendesak, terutama di kawasan Libo Southeast yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan sumur produksi dan sumur injeksi. Meningkatnya aktivitas pemboran serta pengoperasian fasilitas produksi membuat kebutuhan daya listrik terus bertambah.

Berbagai peralatan vital seperti Electrical Submersible Pump (ESP) dan Water Injection Pump (WIP) membutuhkan suplai listrik yang stabil agar proses produksi berjalan optimal. Tanpa dukungan infrastruktur kelistrikan yang memadai, target peningkatan produksi migas akan sulit dicapai.

General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan bahwa keandalan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan operasi migas.

“Melalui Libo Substation Upgrade, PHR memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengoperasian sumur-sumur baru dan mengoptimalkan produksi migas bagi kebutuhan energi nasional,” ujar Andre.

Ia menjelaskan, proyek tersebut berhasil diselesaikan lebih cepat dua bulan dari target Work Program & Budget (WP&B) 2025. Bersama PT Indokomas Buana Perkasa sebagai kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC), proyek tuntas pada Maret 2026, lebih awal dari target Mei 2026.

Menurut Andre, penyelesaian proyek sebelum jadwal merupakan bagian dari komitmen PHR dalam menjaga keandalan operasi sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.

Secara teknis, proyek ini meliputi pemasangan power transformer berkapasitas 14 MVA, voltage regulator 1,4 MVA, sistem proteksi dan pengukuran baru, pembangunan gedung kontrol kelistrikan, hingga penarikan jaringan kabel distribusi sepanjang sekitar 2,5 kilometer. Seluruh fasilitas telah melalui tahapan pengujian dan commissioning sebelum dioperasikan secara penuh.

Keberhasilan proyek tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius. Menurutnya, peningkatan infrastruktur kelistrikan menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan operasi dan mendukung pencapaian target produksi di Zona Rokan.

“Infrastruktur ini sangat berguna untuk mendukung produksi di Zona Rokan. Terus semangat one goal, untuk operasi yang andal, selamat dan efisien demi keandalan produksi,” katanya.

Di tengah upaya pemerintah menjaga ketahanan energi nasional, proyek Libo Substation Upgrade menjadi bukti bahwa peningkatan produksi migas tidak selalu diawali dengan pengeboran sumur baru. Penguatan infrastruktur pendukung justru menjadi langkah strategis agar seluruh sistem produksi dapat bekerja secara aman, efisien, dan berkelanjutan.

Kini, gardu induk berkapasitas lebih besar itu bukan sekadar fasilitas kelistrikan. Ia menjadi penggerak di balik denyut operasi Lapangan Libo, memastikan energi terus mengalir sehingga produksi migas dari Wilayah Kerja Rokan tetap memberikan kontribusi nyata bagi pemenuhan kebutuhan energi Indonesia.**

Komentar