Dari Gerai Kecil ke Kebanggaan Daerah, Nur Azmi Bangkitkan Marwah UMKM Rokan Hilir

PHR822 Dilihat

ROKAN HILIR, DURIPOS.COM – PT Pertamina Hulu Rokan dan tangan-tangan pelaku usaha kecil di Rokan Hilir perlahan membuktikan bahwa produk lokal tak lagi pantas dipandang sebelah mata. Di balik perubahan itu, ada sosok Nur Azmi, perempuan yang memilih turun langsung membangun kekuatan ekonomi masyarakat lewat Komunitas UMKM Umah Oleh-Oleh di bawah naungan UKM IKM Nusantara Rokan Hilir.

Bagi Nur Azmi, Rokan Hilir bukan daerah yang miskin potensi. Laut yang kaya, hasil bumi melimpah, hingga ragam olahan pangan tradisional selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat. Namun ironisnya, sebagian besar hasil tersebut hanya dijual dalam bentuk mentah dan nilai tambah justru dinikmati pihak luar yang mengolah, mengemas, lalu memasarkannya kembali dengan harga lebih tinggi.

Kondisi itu membuat masyarakat lokal selama bertahun-tahun seolah hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil bekerja keras, namun keuntungan yang diperoleh belum sebanding dengan potensi yang dimiliki.

Kegelisahan itulah yang mendorong Nur Azmi bergerak. Ia percaya masyarakat Rokan Hilir harus memiliki wadah untuk berkembang bersama dan berani naik kelas.

“Umah Oleh-Oleh bukan hanya tempat menjual produk. Ini adalah rumah bersama bagi pelaku UMKM untuk tumbuh, belajar, dan percaya bahwa produk lokal juga mampu bersaing,” ujar Nur Azmi, Selasa (12/5/2026).

Melalui Umah Oleh-Oleh, Nur Azmi mulai membangun semangat kolektif di tengah para pelaku UMKM. Ia mendorong administrasi usaha yang lebih tertata, legalitas produk yang lengkap, hingga pemanfaatan pemasaran digital melalui e-commerce agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.

Perjalanan itu kemudian mendapat dukungan dari PT Pertamina Hulu Rokan melalui Program Pemberdayaan UMKM, Pemuda, dan Perempuan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan terhadap 80 kelompok UMKM di Rokan Hilir, mulai dari inkubasi produk, pelatihan kemasan dan branding, hingga pengurusan legalitas usaha.

Tak hanya itu, PHR juga menghadirkan Gerai Umah Oleh-Oleh di Bagan Siapi-api sebagai pusat pemasaran terpadu bagi produk-produk lokal masyarakat.

Kolaborasi tersebut perlahan menghadirkan perubahan nyata. Jika sebelumnya omzet kelompok hanya berkisar Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan, kini meningkat signifikan menjadi Rp25 juta hingga Rp40 juta setiap bulan. Lebih dari 80 hingga 100 jenis produk olahan lokal kini berhasil dipasarkan dengan tampilan yang lebih modern dan daya saing yang semakin kuat.

Namun bagi Nur Azmi, keberhasilan terbesar bukan sekadar peningkatan omzet. Yang paling penting adalah tumbuhnya rasa percaya diri masyarakat terhadap produk buatan mereka sendiri.

“Saya tidak ingin melihat mereka hebat sendiri-sendiri. Saya ingin kita semua naik kelas bersama. Umah Oleh-Oleh adalah bukti bahwa saat tangan-tangan lokal bersatu dengan dukungan yang tepat, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai,” ungkapnya.

Manager CID PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pengembangan UMKM lokal merupakan bagian penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Menurutnya, program pemberdayaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun kapasitas, kepercayaan diri, dan daya saing pelaku usaha lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

“PHR percaya bahwa masyarakat lokal memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah sendiri. Karena itu, kami hadir melalui program pemberdayaan untuk membuka ruang tumbuh bagi UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, keberhasilan Umah Oleh-Oleh menjadi salah satu bukti nyata bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu melahirkan dampak ekonomi berkelanjutan.

Kini, Umah Oleh-Oleh tak lagi sekadar gerai penjualan produk khas daerah. Tempat itu telah menjelma menjadi denyut nadi ekonomi lokal, ruang tumbuh bersama bagi para pelaku UMKM, sekaligus simbol bahwa masyarakat Rokan Hilir mampu menjadi pemain utama di daerahnya sendiri.**

Komentar