Langkah Suci dari Mandau: 217 Jemaah Haji Bengkalis Mengawali Perjalanan Menuju Baitullah

Bengkalis183 Dilihat

MANDAU,DURIPOS.COM – Pagi itu, suasana Masjid Besar Arafah di Kecamatan Mandau terasa berbeda. Doa-doa mengalun lirih, bercampur haru keluarga yang mengantar, mengiringi langkah 217 Calon Jemaah Haji (JCH) asal Kabupaten Bengkalis yang bersiap menapaki perjalanan suci menuju Baitullah, Kamis (30/04/2026).

Mereka datang dari berbagai penjuru, Mandau, Pinggir, Bathin Solapan, Talang Muandau, Rupat hingga Rupat Utara, dengan satu tujuan yang sama: memenuhi panggilan Ilahi. Dalam balutan pakaian sederhana dan wajah penuh harap, para tamu Allah itu dilepas secara resmi menuju Embarkasi Haji Batam.

Pelepasan dilakukan oleh Bupati Bengkalis Kasmarni yang diwakili Camat Mandau Riki Rihardi. Namun lebih dari sekadar seremoni, momen ini menjadi pengingat akan perjalanan spiritual panjang yang akan ditempuh para jemaah, perjalanan yang bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga menguji kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan iman.

Dalam sambutan yang dibacakan, terselip doa dan harapan tulus dari pemerintah dan masyarakat Bengkalis. Sebuah pesan yang sederhana namun sarat makna: agar setiap langkah jemaah dipenuhi kemudahan, setiap ibadah diterima, dan setiap doa dikabulkan.

“Semoga seluruh jamaah diberi kesehatan, kemudahan, dan kelancaran, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” demikian pesan yang disampaikan Camat Mandau Riki Rihardi dihadapan para tamu Allah SWT itu.

Di balik kerinduan menuju Baitullah, tersimpan pula pesan kebersamaan. Para jemaah diingatkan untuk saling menjaga, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan akhlakul karimah dalam setiap interaksi. Karena di Tanah Suci, perbedaan melebur dalam satu ikatan sebagai hamba yang berserah diri kepada-Nya.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis pun memastikan, perjalanan ini bukanlah beban bagi para jemaah. Segala kebutuhan keberangkatan, transportasi, akomodasi, konsumsi hingga pengawalan telah dipersiapkan sebagai bentuk pelayanan dan ikhtiar terbaik.

Di penghujung acara, sebuah harap pun dititipkan. Doa dari Tanah Suci, agar Kabupaten Bengkalis menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur negeri yang baik, penuh keberkahan, dan dalam lindungan ampunan-Nya.

Langkah demi langkah para jemaah pun perlahan menjauh, meninggalkan Mandau. Namun sesungguhnya, perjalanan mereka baru saja dimulai menuju sebuah panggilan suci, yang tak semua orang berkesempatan menjawabnya.**

Komentar