Pelatihan Defensive Driving di Duri, PDC Perkuat Budaya Keselamatan

PHR188 Dilihat

DURI,DURIPOS.COM — PT PDC terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat budaya keselamatan kerja melalui penyelenggaraan Training Driving Safety (Defensive Driving) yang berlangsung pada 20–23 April 2026 di Yard Duri PDC. Kegiatan ini menghadirkan instruktur profesional dari Safety Defensive Consultant Indonesia dan diikuti oleh 54 pengemudi operasional Heavy Transport Equipment.

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kecelakaan kerja di area operasional, khususnya yang melibatkan kendaraan berat. Oleh karena itu, program ini difokuskan pada peningkatan kesadaran, kompetensi, serta pembentukan perilaku berkendara defensif guna meminimalkan potensi insiden di lapangan.

HSSE Manager PDC, Bagus Puji Widihartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

“Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan mengemudi, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku yang berorientasi pada keselamatan. Kami ingin setiap pengemudi memiliki kesadaran penuh bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi komprehensif yang mencakup manajemen risiko berkendara, teknik defensive driving, pemeriksaan kendaraan (pre-check inspection), hingga teknik pengereman yang aman. Selain itu, aspek penting seperti pengelolaan kelelahan (fatigue), pemahaman blind spot, serta kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat juga menjadi fokus utama pembelajaran.

Bagus menambahkan, perusahaan menargetkan adanya perubahan nyata pascapelatihan. “Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan disiplin, kewaspadaan, serta kemampuan pengemudi dalam mengidentifikasi dan menghindari potensi bahaya, sehingga angka kecelakaan maupun near-miss dapat ditekan secara signifikan,” tambahnya.

Instruktur Driving Safety dari PT SDCI, Sonny Susmana, menegaskan bahwa kecelakaan umumnya terjadi akibat kombinasi unsafe act (tindakan tidak aman) dan unsafe condition (kondisi tidak aman). Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sikap proaktif pengemudi dalam mengantisipasi berbagai risiko selama berkendara.

“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengemudi, tetapi juga mendorong kemampuan mereka dalam mengurangi risiko kecelakaan berkendara, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta membentuk perilaku berkendara yang aman dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami prinsip defensive driving, meningkatkan keterampilan berkendara secara aman, serta menunjukkan perubahan perilaku menjadi lebih disiplin dan waspada. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan kerugian operasional perusahaan, sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan PDC.***

*

Komentar