Buka Puasa Perdana di Balik Jeruji, Lapas Bengkalis Satukan Warga Binaan dan Keluarga 

Lapas768 Dilihat

BENGKALIS,DURIPOS.COM – Suasana berbeda terasa di lapangan serbaguna Lapas Kelas IIA Bengkalis, Selasa (3/3/2026) sore. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, lembaga pemasyarakatan tersebut menggelar buka puasa bersama antara Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan keluarga inti mereka.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB itu menjadi momen bersejarah sekaligus penuh haru. Di balik pengawasan ketat petugas, warga binaan duduk berdampingan dengan anak, istri, dan orang tua mereka, menyantap hidangan berbuka yang sebagian dibawa langsung dari rumah.

Program ini diinisiasi Kepala Lapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, sebagai bentuk terobosan kemanusiaan di bulan suci Ramadan. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memberikan dukungan psikologis bagi warga binaan yang tengah menjalani masa pidana.

“Ini sejarah bagi Lapas Bengkalis. Kami ingin menghadirkan suasana rumah di dalam sini, agar mereka merasa tetap didukung oleh keluarga. Harapannya, kebersamaan ini menjadi motivasi untuk terus berkelakuan baik dan memperbaiki diri,” ujar Priyo.

Suasana semakin menggetarkan saat azan magrib berkumandang. Beberapa warga binaan tampak menundukkan kepala, menahan air mata, sebelum akhirnya berbuka bersama orang-orang tercinta. Momen sederhana itu menjadi pengingat kuat tentang arti keluarga dan kesempatan kedua.

Dari sisi keamanan, pihak lapas menerapkan prosedur ketat. Seluruh pengunjung dan barang bawaan menjalani pemeriksaan serta sterilisasi sebelum memasuki area kegiatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan acara berlangsung aman dan tertib tanpa mengurangi nilai spiritual dan kekeluargaan.

Kegiatan ditutup dengan salat magrib berjamaah dan ramah tamah singkat sebelum waktu kunjungan berakhir. Pihak lapas berharap inovasi layanan kunjungan khusus Ramadan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus memberi dampak positif terhadap stabilitas emosional dan proses pembinaan warga binaan.

Melalui momen berbuka perdana ini, tembok tinggi dan jeruji besi seakan tak lagi menjadi penghalang. Ramadan menghadirkan ruang pertemuan yang hangat—menguatkan harapan, memulihkan kerinduan, dan menegaskan bahwa di balik setiap kesalahan, selalu ada kesempatan untuk kembali.**

Komentar