Sulap Sampah Jadi Pakan, Lapas Bengkalis Mandiri Lewat Budidaya Maggot

Lapas34 Dilihat

BENGKALIS,DURIPOS.COM – Di balik tembok pembinaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis, tumpukan limbah organik kini tak lagi berakhir di tempat pembuangan. Melalui inovasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), sampah dapur disulap menjadi pakan ternak bernilai ekonomis, Selasa (24/02).

Program yang digagas jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) ini memanfaatkan sisa makanan dari dapur lapas sebagai media tumbuh larva maggot. Setelah melalui proses penguraian, maggot dipanen dan digunakan sebagai sumber protein tinggi untuk pakan ayam produktif di area Bimbingan Kemandirian.

Kasi Giatja, David Susilo menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pembinaan keterampilan warga binaan sekaligus menekan biaya operasional.

“Budidaya ini terus kami tingkatkan karena berkontribusi positif dalam pembinaan. Warga binaan dilibatkan secara aktif agar terampil dan produktif. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kami juga mampu mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Lapas Bengkalis Priyo Tri Laksono menuturkan bahwa maggot dipilih karena kemampuannya mengurai sampah organik secara cepat dan efisien. Dari sisi nutrisi, larva BSF memiliki kandungan protein dan lemak yang tinggi sehingga efektif mempercepat pertumbuhan ayam ternak.

“Budidaya maggot ini bukan hanya solusi pengelolaan limbah, tetapi juga bagian dari ekosistem kemandirian pangan internal. Kualitas ternak tetap terjaga meski kami tidak sepenuhnya bergantung pada pakan dari luar,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan mendapatkan pembelajaran teknis mulai dari pemilahan sampah organik, pemahaman siklus hidup serangga BSF, hingga proses panen. Petugas pendamping secara rutin melakukan pengawasan guna memastikan kebersihan area budidaya serta kualitas maggot yang dihasilkan tetap optimal.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib sesuai standar pengamanan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang gerak bukan penghalang untuk berinovasi dan berkontribusi bagi kelestarian lingkungan.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Bengkalis berkomitmen mengembangkan unit usaha berbasis ekonomi sirkular tersebut sebagai bekal keterampilan nyata bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat. Dari balik jeruji, sampah pun berubah menjadi berkah.**

Komentar