Polda Riau Ajak Generasi Muda Jadi Agen Perubahan Lingkungan

Puncak Ekshibisi Lomba Orasi Green Policing 2026

Provinsi Riau177 Dilihat

PEKANBARU,DuriPos.com – Riuh tepuk tangan menggema di Atrium Mal SKA Pekanbaru, Minggu (15/2/2026), saat Polda Riau menuntaskan Puncak Ekshibisi Lomba Orasi Green Policing Tahun 2026.

Mengusung tema “Aksi Pemuda untuk Lingkungan Bersih, Aman, dan Berkelanjutan”, ajang ini menjadi panggung gagasan sekaligus ruang edukasi bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup.

Kegiatan yang dibuka sejak 14 Januari 2026 dan ditutup pada 3 Februari 2026 itu memasuki tahap penilaian pada 3 hingga 6 Februari 2026, sebelum akhirnya diumumkan para pemenang pada agenda puncak.

Lomba ini dirancang sebagai wadah ekspresi generasi muda dalam menyampaikan gagasan kritis serta solusi inovatif terkait persoalan lingkungan melalui seni orasi.

Pada kategori Pelajar Riau, juara pertama diraih Andhini Nirmala Putri dari SMAN 2 Tebing Tinggi. Posisi berikutnya ditempati Bayu Saputra (SMAN 1 Pangkalan Kuras), Faeyza Putra Yelfindra (SMAN 1 Pangkalan Kerinci), Hafid Maulidin (SMAN 2 Rambah Hilir), dan Muhammad Rafhi (SMAN 10 Pekanbaru).

Sementara itu, kategori Pelajar Luar Riau dijuarai Afghan Thoriq Muhammad Dilla Hamdan dari MAN 22 Jakarta, disusul Dahliatus Salsabillah (MAN 7 Jombang), Juliando Samloy (SMAS Kristen Dian Halmahera), Mardiana (SMAN 1 Merangin), serta Viola Aurora (SMAN 1 Aceh Barat Daya).

Pada kategori Mahasiswa, Edi Sahputra dari Universitas Terbuka menempati peringkat pertama. Disusul M. Alwi Zikri (Universitas Riau), Meysah Ibrahim Nasution (Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia), Nadia Gayatri (Institut Agama Islam Lukman Edy Pekanbaru), dan Zikra Tiara Bintang (Universitas Islam Riau).

Adapun Juara Favorit Lomba Orasi diraih Shaina Syaftari Putri (SMAN 1 Sabak Auh) untuk kategori Pelajar Riau, Mardiana (SMAN 1 Merangin) kategori Pelajar Luar Riau, serta M. Alwi Zikri (Universitas Riau) kategori Mahasiswa.

Kapolda Riau, Herry Heryawan, dalam sambutannya mengapresiasi sekaligus mengucapkan selamat kepada para pemenang. Ia berharap ajang ini menjadi gerakan nyata yang dimulai dari generasi muda sebagai agen perubahan menuju Riau yang lebih hijau dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hari ini diberikan akal sehat untuk bisa menyampaikan ide gagasan lewat narasi yang mendorong bagaimana bisa kita berfikir terus memberikan solusi kepada lingkungan-manusia dengan cara yang sangat sederhana,” kata Irjen Herry.

Cara sederhana itu, jelasnya, salah satunya dengan menyuarakan kepedulian kepada alam dan lingkungan melalui ide dan gagasan tentang melakukan kebaikan secara terus menerus.

Program Green Policing yang digagasnya merupakan satu di antara banyak cara menjaga alam dan lingkungan, berangkat dari hasil survei atas persoalan paling krusial di Provinsi Riau.

Ia mengungkapkan, saat mulai menjabat pada 2025, dirinya langsung berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan serta Forkopimda Riau, menggandeng civitas akademika untuk memetakan permasalahan lingkungan.

“Berangkat dari hasil survei, 10 tahun lalu hamparan hutan di Riau mencapai 5,7 juta hektar yang sekarang tersisa 1,7 juta hektar, ada degradasi 75 persen,” jelasnya. Penyebabnya teridentifikasi kebakaran hutan dan deforestasi.

Menurutnya, selama hampir 20 tahun sejak munculnya persoalan kebakaran hutan, belum ada pergerakan signifikan untuk menangkal kebakaran dan deforestasi dari hulu. Dari situlah lahir gagasan menyelamatkan alam Riau melalui program Green Policing.

Ia menegaskan, siapa pun bisa terlibat dalam program tersebut. Apa yang telah dilakukan para pelajar dan mahasiswa melalui lomba orasi ini sudah termasuk bagian dari Green Policing.

“Policing yang dimaksud ini adalah kegiatan polisional, menjaga atau menertibkan, itu bisa dilakukan adik-adik semua,” ujarnya di hadapan peserta.

Green Policing, lanjutnya, merupakan pemolisian dalam era polisi kontemporer atau polisi modern dengan tujuan mengubah stigma ketidakbaikan lingkungan di Riau. Ia menekankan pendekatan dari hulu, seperti penanaman pohon dan menjaga kelestarian hutan.

“Belum ada yang berbicara menjaga alam dan hutan, selama ini hanya bermuara pada pemadaman. Kita berangkat ke hulu, kita lakukan penanaman pohon menjaga kelestarian. Jikalau kita lakukan 20 tahun lalu, pohon yang ditanam sudah memberikan kontribusi luar biasa,” urainya.

Kepada generasi muda, ia mengajak membangun kesadaran ekologis dengan mencintai lingkungan dan alam, serta mengubah paradigma dari antroposentrisme ke ekosentrisme.

“Poin terakhir bahwa di dalam hutan itu ada ekosistem terutama gajah, harimau dan lainnya. Saya mewakili Domang, gajah-gajah, pohon-pohon menyampaikan pesan yakni ‘gajahlah kebersihan,” tutupnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad, menerangkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Provinsi Riau, tetapi juga dari 11 provinsi lainnya.

“Jumlah peserta yang mengikuti ekshibisi lomba orasi Green Policing 2026 ini sebanyak 102 peserta terdiri dari mahasiswa dan pelajar SMA, berasal dari 11 provinsi,” ujar Kombes Pandra.

Melalui ajang ini, Polda Riau menegaskan komitmennya menggerakkan kesadaran kolektif, menjadikan generasi muda sebagai motor perubahan untuk lingkungan yang bersih, aman, dan berkelanjutan.**

Komentar