Jejak Harapan di Pesisir Rupat Utara: Kapolda Riau Tanam Geronggang, Nelayan Terima Mesin Ketinting

Provinsi Riau673 Dilihat

RUPAT UTARA,DURIPOS.COM – Angin pesisir berembus lembut di Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara, Jumat (27/3/2026). Di hamparan tanah gambut yang rentan, langkah kaki Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, meninggalkan jejak harapan. Ia tak sekadar hadir, tetapi turun langsung menanam pohon geronggang bersama masyarakat, sekaligus menyerahkan bantuan mesin ketinting bagi nelayan setempat.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Tanjung Punak ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polda Riau, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian S Siregar, Danramil Rupat, Camat Rupat Utara, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat, menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor.

Kapolda Riau menegaskan, penanaman pohon geronggang bukan sekadar seremoni. Pohon endemik gambut ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap mengancam wilayah Riau.

“Kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi menjadi komitmen bersama dalam menjaga lingkungan serta membantu masyarakat agar lebih sejahtera,” ujar Kapolda Riau Irjen Pol Herry di sela kegiatan.

Selain fokus pada lingkungan, perhatian juga diberikan pada aspek ekonomi masyarakat. Bantuan mesin ketinting yang diserahkan diharapkan mampu mendukung aktivitas nelayan, mempercepat mobilitas di perairan, serta meningkatkan hasil tangkapan.

Bagi warga pesisir Tanjung Punak, bantuan tersebut bukan sekadar alat, melainkan dorongan semangat baru. Mereka menyambut kegiatan ini dengan antusias, bahkan ikut terlibat langsung dalam penanaman pohon yang dilakukan secara gotong royong.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh masyarakat dan pengamat publik seperti Salsabilla, Suman Adi Nugroho, hingga Rocky Gerung menilai langkah kolaboratif antara aparat dan masyarakat merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendorong pembangunan daerah.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung aman dan tertib, dengan partisipasi aktif masyarakat yang menjadi bukti bahwa upaya menjaga alam dan meningkatkan kesejahteraan dapat berjalan beriringan.

Melalui langkah sederhana di atas tanah gambut dan riak air pesisir, pesan besar itu disampaikan: menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi gerakan bersama demi masa depan yang lebih baik.**

Komentar