Niniak Mamak PKDP: Beda Pendapat Adalah Adat, Bercerai Berai Bukan Warisan

Bengkalis651 Dilihat

Duri,DuriPos.com – Suasana kegiatan di Sekretariat PKDP Duri, Selasa siang 10 Februari 2026, terasa khidmat ketika perwakilan Lembaga Niniak Mamak Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP), Rusli AB, menyampaikan petuah adat yang menyejukkan namun tegas.

Di hadapan Pengurus, tokoh masyarakat, dan undangan reses dan silaturahmi bersama Anggota DPRD Bengkalis Syaiful Ardi SH, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat.

Dengan nada tenang namun sarat makna, Rusli AB mengawali sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan masih kuatnya nilai kebersamaan yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat.

“Atas nama Lembaga Niniak Mamak PKDP, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang hadir. Terutama kepada Pengurus PKDP Mandau dan tokoh masyarakat yang selama ini menjadi penyangga akal budi dan adab di tengah kaum,” ujar Rusli AB.

Ia menegaskan bahwa dalam adat, perbedaan pendapat bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Justru, perbedaan adalah bagian dari proses berpikir dan bermusyawarah. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak berubah menjadi pemisah yang merusak tatanan.

Rusli AB menekankan, adat mengajarkan batas yang jelas antara menyampaikan pendapat dan memelihara persatuan. Kepentingan pribadi, katanya, tidak boleh lebih tinggi dari kepentingan kaum dan masyarakat luas.

“Dalam adat, kita diajarkan untuk tahu memisahkan mana kepentingan diri, mana kepentingan bersama. Beda pandangan itu lumrah, tapi bercerai berai bukan pusako yang kita warisi,” tegasnya.

Menurut Rusli AB, setiap kata dan sikap yang muncul hari ini akan menjadi catatan sejarah bagi generasi berikutnya. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan berbicara, serta menjadikan musyawarah sebagai jalan utama dalam menyelesaikan persoalan.

Kegiatan ini lanjutnya, bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan ruang untuk menguatkan kembali nilai-nilai adat, mempererat silaturahmi, dan menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan di tengah dinamika zaman.

Di akhir pernyataannya, Rusli AB mengajak seluruh elemen masyarakat PKDP untuk kembali pada nilai adat yang menjunjung tinggi kebijaksanaan, kesantunan, dan persatuan.

“Adat itu bukan sekadar kata-kata, tapi tuntunan hidup. Selama kita berpegang pada adat dan musyawarah, insyaallah kaum ini tetap satu,” pungkasnya.

Hadir acara reses dan silaturahmi Anggota DPRD Bengkalis yang juga Ketua DPD PKDP Bengkalis Syaiful Ardi tersebut Pengurus DPC PKDP Mandau, Ketua Ranting PKDP se-Kecamatan Mandau, Padusi-padusi Piaman, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta Tamu undangan lainnya.**

Komentar