Edukasi PHR, 1.600 Pahlawan Cilik di Duri Belajar Menaklukkan Api Sejak Dini

PHR497 Dilihat

DURI,DuriPos.com — Matahari pagi belum sepenuhnya meninggi ketika lapangan sudah dipenuhi riuh tawa dan tepuk tangan. Pancaran air menyembur ke udara, disambut sorak-sorai anak-anak berseragam warna-warni. Bukan taman bermain, melainkan ruang belajar terbuka tempat 1.600 siswa TK dan PAUD di Duri dikenalkan pada edukasi keselamatan dan bahaya api oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Kegiatan edukasi ini diikuti 1.600 siswa dari 38 sekolah TK dan PAUD se-Kota Duri, didampingi sekitar 200 guru. Sejak pagi, antusiasme terlihat jelas. Seragam sekolah berpadu mantel hujan menciptakan pemandangan menggemaskan, sekaligus menjadi simbol semangat belajar para tunas bangsa.

Melalui tim Fire Emergency Response Team (FERT), PHR mengemas edukasi keselamatan api dengan cara yang ramah anak. Para siswa diperkenalkan pada potensi bahaya kebakaran, alat pemadam kebakaran, langkah-langkah keselamatan, hingga peran profesi pemadam kebakaran dalam situasi darurat.

Semua disampaikan lewat interaksi langsung yang ceria dan mudah dipahami.
Manager Relations Zona Rokan, Rudi Arief, menegaskan pentingnya pengetahuan keselamatan sejak usia dini. Menurutnya, pemahaman yang ditanamkan sejak kecil akan membentuk kesadaran dan kesiapsiagaan anak hingga dewasa.

“Edukasi ini penting bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga guru dan wali murid. Keselamatan adalah hal utama. Potensi bahaya, terutama api, harus kita kenali dan tanggulangi secepat mungkin,” ujarnya.

Ia berharap ilmu dan praktik yang diberikan dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga. “Ini untuk keselamatan dan keamanan kita bersama. Kami mengapresiasi antusiasme sekolah-sekolah TK yang terlibat. Anak-anak diharapkan membawa nilai-nilai keselamatan ini sampai besar nanti,” tambahnya.

Puncak kegembiraan terjadi saat armada mobil pemadam kebakaran diperkenalkan. Pekik gembira pecah ketika anak-anak diberi kesempatan melihat dari dekat mobil merah besar yang selama ini hanya mereka kenal dari buku cerita.

“Senang sekali. Tadi lihat mobil merah besar dan belajar kalau api itu tidak boleh buat mainan,” ujar Alif, salah satu siswa TK, dengan wajah berseri.

Kepala RA Ubay Bin Ka’ab, Elfi Rahmi, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi keselamatan dengan pendekatan menyenangkan sangat efektif bagi anak usia dini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran keselamatan sejak dini. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut,” katanya.

Hal senada disampaikan para guru pendamping. Menurut mereka, usia emas (golden age) merupakan masa terbaik untuk menanamkan perilaku hidup aman.

“Kegiatan ini luar biasa. Anak-anak jadi tahu apa yang harus dilakukan saat melihat api tanpa panik berlebihan. Pelajaran seperti ini tidak didapatkan hanya dari buku,” ungkap Susanti, guru RA Miftahul Huda.

Kegiatan edukasi ditutup dengan momen paling ditunggu: “mandi hujan” dari semprotan fire truck yang terkendali. Sorak-sorai kembali pecah, menandai akhir sebuah petualangan seru yang meninggalkan kesan mendalam.

Ribuan anak pun pulang membawa pengalaman berharga—bukan sekadar kenangan bermain air, tetapi juga kesadaran bahwa keselamatan adalah prioritas utama, bekal penting bagi para “pahlawan cilik” di masa depan. (***)

Komentar