Siak,DuriPos.com – Insiden serius terjadi di kawasan industri andalan Kabupaten Siak. Struktur penghubung dermaga atau trestle Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Kecamatan Sungai Apit dilaporkan ambruk pada Senin sore (5/1/2026). Dalam peristiwa tersebut, satu unit kendaraan yang terparkir di atas trestle ikut terjun ke laut. Akibat kejadian ini, seluruh aktivitas bongkar muat dan ekspor di pelabuhan tersebut terpaksa dihentikan sementara.
Ambruknya trestle berdampak langsung terhadap operasional pelabuhan. Meski satu unit kendaraan dilaporkan jatuh ke laut, berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Benar, kejadian terjadi sore tadi. Untuk sementara kegiatan ekspor dihentikan total,” ujar sumber di lapangan yang mengetahui peristiwa itu, Senin malam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian, kondisi trestle pelabuhan telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, di antaranya retakan pada struktur utama. Namun demikian, fasilitas vital tersebut masih tetap digunakan untuk menunjang aktivitas logistik kawasan industri.
Trestle merupakan jalur penghubung utama antara daratan dan dermaga laut yang berfungsi sebagai akses kendaraan, alat berat, serta distribusi barang ekspor dan impor. Kerusakan pada struktur ini tidak hanya menjadi persoalan teknis, tetapi juga berdampak langsung terhadap kelancaran rantai logistik dan perekonomian daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Pelabuhan KITB terkait penyebab ambruknya trestle maupun langkah penanganan darurat yang akan dilakukan pascakejadian.
Sebagai informasi, Pelabuhan KITB dikelola oleh konsorsium Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Siak, di antaranya PT Kawasan Industri Tanjung Buton (PT KITB) sebagai pengelola kawasan dan PT Samudra Siak untuk layanan kepelabuhanan, dengan dukungan PT Sarana Pembangunan Siak (SPS).
Kawasan industri ini juga disebut telah menarik minat investasi asing, termasuk dari perusahaan asal Jepang, PT SKY, dalam pengembangan kawasan tersebut.
Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat Kawasan Industri Tanjung Buton telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun hingga kini, progres pembangunan dan penguatan infrastruktur kawasan tersebut dinilai masih minim informasi yang disampaikan ke publik.
Kawasan Industri Tanjung Buton yang berada di pesisir Kampung Mengkapan dan Sungai Rawa memiliki posisi geografis strategis karena berdekatan langsung dengan Selat Malaka serta berhadapan dengan Malaysia dan Singapura. Dengan dukungan dermaga bertaraf internasional dan jalur pelayaran Selat Asam–Selat Lalang, KITB digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Riau.
Ambruknya trestle pelabuhan ini memunculkan pertanyaan serius terkait kesiapan infrastruktur, pengawasan teknis, serta komitmen terhadap keselamatan operasional di kawasan yang berlabel strategis nasional tersebut.**











Komentar