Duri,DuriPos.com – Di balik medan yang terjal dan akses jalan yang rawan, kepedulian tetap menemukan jalannya. (PMBDS) kembali menegaskan komitmen kemanusiaannya dengan turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak bencana. Aksi sosial ini menjadi bukti bahwa solidaritas tidak mengenal jarak, apalagi rintangan.
Dikoordinir oleh Doras Siregar melalui bidang sosial, kegiatan kemanusiaan tersebut diperkuat tim perwakilan PMBDS yang dipimpin langsung Ketua Harian PMBDS, Ir. Herris Silalahi. Kehadiran mereka di lokasi bencana bukan sekadar membawa bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga menyampaikan empati, dukungan moral, dan rasa persaudaraan bagi warga yang tengah dilanda musibah.
Penyaluran bantuan dilakukan di empat titik. Di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, warga menerima pakaian layak pakai untuk membantu kebutuhan sehari-hari pascabencana. Perjalanan kemudian berlanjut ke Pandan, di mana bantuan beras dan pakaian diserahkan kepada jemaat gereja melalui perwakilan Kalit Simanjuntak.

Di Desa Sipange, PMBDS kembali menyalurkan beras, pakaian layak pakai, serta buku Kemenangan Akhir yang diterima langsung oleh masyarakat setempat. Sementara di Desa Hapesong Baru, bantuan beras diserahkan kepada perwakilan pengurus desa sebagai bentuk dukungan kolektif untuk warga terdampak.
Perhatian PMBDS juga menyentuh sisi paling rapuh pascabencana. Bingkisan snack dibagikan sebagai penghibur dan penguat mental, menghadirkan senyum kecil yang menjadi tanda harapan di tengah keterbatasan.
Meski harus menempuh jalan sulit dan berisiko, semangat tim PMBDS tak surut. Bagi mereka, memastikan bantuan tiba langsung ke tangan warga adalah prioritas utama. Ketua Harian PMBDS, Ir. Herris Silalahi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan panggilan nurani.

“Kami datang bukan hanya mengantarkan bantuan, tetapi membawa kepedulian dan rasa persaudaraan. Di tengah duka saudara-saudara kami di Sumatera Utara, PMBDS ingin memastikan mereka tidak merasa sendirian. Jalan yang sulit tidak sebanding dengan penderitaan yang mereka alami,” ujarnya.
Ia menambahkan, senyum anak-anak menjadi energi tersendiri bagi relawan di lapangan. “Melihat anak-anak tersenyum di tengah keterbatasan menjadi penguat bagi kami. Senyum itu adalah harapan, dan harapan itulah yang ingin kami jaga,” katanya.
Sebagai penutup, Herris menyampaikan pesan yang merangkum semangat PMBDS. “Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, PMBDS akan terus hadir. Karena kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama.”
PMBDS berharap, bantuan yang disalurkan tidak hanya meringankan beban warga terdampak, tetapi juga menjadi penyemangat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan pascabencana—dengan keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendiri.**











Komentar