Duri,DuriPos.com — Komunitas Duri Disabilities Center (DDC) menggelar pertemuan pengurus dan anggota pada Sabtu, 29 November 2025, untuk merespons bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah langkah cepat sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban di tiga provinsi tersebut.
Tak menunggu lama, pada 30 November hingga 1 Desember 2025, DDC langsung menggelar aksi penggalangan dana di dua titik strategis di Kecamatan Mandau, yakni Lampu Merah Simpang Telkom dan Lampu Merah Simpang Geroga. Dalam aksi itu, para anggota DDC yang merupakan penyandang disabilitas turun ke jalan dan berinteraksi dengan pengguna jalan untuk mengumpulkan donasi.
Ketua Umum DDC, Mukhlis, menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat para anggota yang tetap aktif menunjukkan empati meski memiliki keterbatasan fisik.
“Walaupun mereka berkebutuhan khusus, rasa empatinya luar biasa terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk memberi,” ujarnya.

Mukhlis juga menekankan bahwa hadirnya DDC di tengah masyarakat bukan hanya sebagai komunitas, tetapi sebagai wadah untuk menunjukkan bahwa penyandang disabilitas bisa berkontribusi dan memiliki peran sosial yang setara.
“DDC Peduli Bencana ini adalah wujud kebersamaan dalam keberagaman. Kami ingin para anggota DDC diterima, dihargai, dan dipandang setara oleh masyarakat luas,” tambahnya.
Aksi galang dana ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban bencana di sejumlah wilayah Sumatra, sekaligus menginspirasi masyarakat bahwa kepedulian tidak mengenal batas fisik. Semangat solidaritas yang ditunjukkan para anggota DDC menjadi bukti bahwa siapa pun dapat berbuat sesuatu untuk sesama.**











Komentar