Lapas Bengkalis Buka Sekolah Paket A, B, dan C untuk Warga Binaan, 32 Orang Ikuti Program Pendidikan

Lapas348 Dilihat

BENGKALIS,DURIPOS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis terus menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak pendidikan bagi warga binaan. Bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Bantani, Lapas Bengkalis resmi membuka program pendidikan nonformal jenjang Paket A, Paket B, dan Paket C bagi warga binaan, Kamis (16/7/2026).

Program tersebut diikuti oleh 32 warga binaan yang ingin melanjutkan pendidikan yang sebelumnya sempat terhenti. Rinciannya, sebanyak 3 orang mengikuti Paket A (setara SD), 12 orang Paket B (setara SMP), dan 17 orang Paket C (setara SMA).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan memberikan kesempatan kedua kepada warga binaan untuk memperoleh pendidikan sekaligus membekali mereka dengan kompetensi yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Boy Fernandes, menegaskan bahwa keterbatasan ruang gerak di dalam lapas tidak boleh menjadi penghalang bagi warga binaan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.

“Pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk saudara-saudara kita yang sedang menjalani pidana. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa saat bebas nanti mereka tidak hanya memiliki kesadaran hukum yang lebih baik, tetapi juga memiliki ijazah resmi sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan,” ujar Boy Fernandes.

Sementara itu, pihak PKBM Al Bantani menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Proses belajar mengajar akan dilaksanakan sesuai standar pendidikan nasional sehingga lulusan Paket A, B, dan C memiliki kualitas yang setara dengan pendidikan formal.

Pembukaan program berlangsung dengan khidmat dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Kehadiran sekolah paket di Lapas Bengkalis diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus belajar, memperbaiki diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis kembali menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, sehingga warga binaan memiliki kesempatan untuk bangkit dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti.**

Komentar