Sentuhan Warna untuk Asa: Anak-Anak SLB di Mandau Belajar Membatik Demi Masa Depan Mandiri

PHR150 Dilihat

MANDAU, DURIPOS.COM – Aroma malam batik dan suara canting yang menyentuh kain putih memenuhi Sekretariat TP-PKK Kecamatan Mandau, Senin (18/5/2026). Di ruangan sederhana itu, semangat dan harapan tumbuh dari tangan-tangan kecil peserta didik Sekolah Luar Biasa (SLB) yang untuk pertama kalinya belajar membatik sebagai bekal keterampilan masa depan.

Kegiatan pelatihan keterampilan membatik tersebut digelar melalui program peningkatan pendidikan vokasional oleh Program Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).

Pelatihan menghadirkan para perajin Batik Brand Mandau yang memberikan demonstrasi sekaligus edukasi membatik kepada peserta. Suasana terlihat hangat ketika guru dan peserta didik dengan penuh antusias mencoba menggoreskan motif di atas kain menggunakan canting.

Peserta kegiatan berasal dari SLB Yayasan Hati Terpilih (YHT) dan SLB Aisyiyah. Sebanyak empat guru dan empat peserta didik mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan keterampilan vokasional sekaligus membangun rasa percaya diri anak-anak berkebutuhan khusus.

Ketua TP-PKK Kecamatan Mandau sekaligus pendiri Galeri Brand Mandau, Dewi Asdinar, menyebut pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka ruang kreativitas dan kemandirian bagi peserta didik SLB.

Menurutnya, pendidikan vokasional bukan sekadar mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan produktif di tengah masyarakat.

“TP-PKK Kecamatan Mandau menyambut baik program yang digagas CID PT PHR dan LPPM UMRI ini. Kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat menjadi bekal sekaligus melahirkan terobosan baru bagi guru dan peserta didik SLB di Kecamatan Mandau,” ujar Dewi Asdinar.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara TP-PKK Kecamatan Mandau dengan SLB Yayasan Hati Terpilih maupun SLB Aisyiyah dalam pemberdayaan peserta didik.

Bagi Dewi, anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan ruang untuk terus belajar, berkarya, dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.

“Kekurangan bukanlah alasan untuk tidak melakukan apa pun. Kami yakin, di balik keterbatasan yang dimiliki, anak-anak ini memiliki potensi dan kelebihan yang luar biasa,” tutupnya.

Melalui program tersebut, PT PHR Zona Rokan bersama LPPM UMRI menunjukkan komitmen dalam mendukung pendidikan inklusif dan penguatan kapasitas peserta didik SLB. Tidak hanya mengajarkan keterampilan membatik, kegiatan itu juga menjadi ruang untuk menanamkan harapan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh mandiri, kreatif, dan berdaya saing di masa depan.**

Komentar