Di Bawah Gerimis, SMA Negeri 8 Mandau Lepas Generasi Baru Menuju Masa Depan

Bengkalis352 Dilihat

MANDAU,DURIPOS.COM – Gerimis tipis turun membasahi halaman SMA Negeri 8 Mandau di Jalan Sejahtera, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Rabu (13/5/2026). Di bawah langit mendung itu, ratusan pasang mata memandang haru satu sama lain.

Sebagian tersenyum bangga, sebagian lagi menyimpan rasa sedih karena sebuah perjalanan panjang akhirnya tiba di ujungnya. Hari ini bukan sekadar acara pelepasan siswa kelas XII. Pentas seni yang digelar sekolah menjadi ruang perpisahan penuh warna antara guru, orang tua dan para siswa yang selama tiga tahun tumbuh bersama di SMA Negeri 8 Mandau.

Di tengah suasana yang hangat, Kepala SMA Negeri 8 Mandau Sundakir menyampaikan kabar yang langsung disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin.

“Alhamdulillah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 8 Mandau dinyatakan lulus 100 persen,” ucapnya disambut sorak bangga para wali murid.

Bagi Sundakir, kelulusan bukanlah garis akhir. Ia menyebut tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah anak-anak meninggalkan bangku SMA.

Dengan suara tenang, ia mengingatkan para siswa agar tidak hanya puas memiliki ijazah. Menurutnya, masa depan membutuhkan keberanian untuk terus belajar dan memperluas kemampuan diri.

“Bekalilah diri dengan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Jangan merasa cukup dengan kemampuan yang standar,” pesannya.

Pentas seni sengaja digabungkan dengan pelepasan siswa agar lebih sederhana namun tetap bermakna. Di atas panggung, para siswa menampilkan kreativitas mereka lewat seni tari, musik hingga pertunjukan lainnya. Di balik penampilan itu tersimpan kenangan masa sekolah yang perlahan akan berubah menjadi cerita masa lalu.

Bagi para orang tua, hari itu menjadi momen penuh emosi. Ada rasa bangga melihat anak-anak mereka berhasil menamatkan pendidikan, namun juga terselip kecemasan menghadapi dunia baru yang akan dijalani sang buah hati.

Ketua Komite SMA Negeri 8 Mandau Sahdan Lubis menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan.

“Pentas seni ini menjadi tempat anak-anak menunjukkan bakat dan talenta mereka. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal ketika mereka masuk ke dunia kampus maupun kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menentukan arah masa depan anak-anak, terutama dalam memilih pendidikan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.

Di tengah acara, Camat Mandau Riki Rihardi turut menyampaikan kebanggaannya terhadap capaian SMA Negeri 8 Mandau. Apalagi, sebanyak 36 siswa berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi favorit.

“Ini prestasi luar biasa yang patut kita syukuri bersama,” ujarnya.

Riki bahkan berharap suatu hari nanti akan lahir lebih banyak putra-putri Mandau yang berhasil menembus sekolah kedinasan seperti IPDN dan kembali membangun daerahnya sendiri.

Namun di balik pesan tentang pendidikan dan masa depan, ada satu hal yang paling ditekankannya kepada para siswa: menjaga diri dari narkoba.

“Narkoba hanya akan merusak pikiran, menghancurkan kreativitas dan mematikan semangat untuk berkembang,” tegasnya.

Pesan itu disampaikan bukan tanpa alasan. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, generasi muda dihadapkan pada tantangan yang jauh berbeda dibanding masa sebelumnya.

Riki yang mengaku lulus SMA pada tahun 2003 mengatakan anak-anak hari ini memiliki kreativitas dan cara pandang yang jauh lebih terbuka. Karena itu, ia meminta para orang tua tidak memaksakan kehendak dalam menentukan jurusan kuliah anak.

“Biarkan mereka memilih bidang yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Ketika anak nyaman dengan pilihannya, mereka akan berkembang lebih baik,” katanya.

Gerimis masih turun perlahan ketika acara berakhir. Satu per satu siswa bersalaman dengan guru mereka. Ada pelukan, tawa, juga mata yang berkaca-kaca.

Hari itu, SMA Negeri 8 Mandau bukan hanya melepas siswa kelas XII. Sekolah itu sedang mengantar generasi muda menuju pintu kehidupan yang sesungguhnya.**

Komentar