Razia Blok B16, Lapas Bengkalis Perketat Pengawasan demi Hunian Aman dan Kondusif

Lapas223 Dilihat

BENGKALIS,DURIPOS.COM – Suasana siang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Selasa (28/4/2026), tampak lebih sibuk dari biasanya. Tepat pukul 11.30 WIB, jajaran pengamanan bergerak menyisir setiap sudut kamar hunian di Blok B16, memastikan tidak ada celah bagi barang-barang terlarang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk komitmen nyata Lapas Bengkalis dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan hunian warga binaan. Razia dilakukan atas instruksi langsung Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, sebagai bagian dari implementasi standar pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban tahun 2026.

Operasi penggeledahan dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) dengan melibatkan Komandan Regu Pengamanan (Rupam) III, staf KPLP, anggota regu pengamanan, hingga CPNS atau tunas muda pengayoman. Seluruh petugas bekerja secara sistematis dan teliti, memeriksa loker, tempat tidur, hingga celh-celah bangunan yang berpotensi dijadikan tempat persembunyian barang ilegal.

Setiap barang yang ditemukan langsung disita, didata, dan dipersiapkan untuk dimusnahkan sebagai tindak lanjut atas pelanggaran aturan kedisiplinan di dalam lapas. Upaya ini dilakukan untuk memastikan lingkungan lapas tetap steril dari benda-benda yang dapat memicu gangguan keamanan maupun ketertiban.

Kalapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa razia rutin maupun insidentil menjadi strategi penting dalam memutus ruang gerak potensi gangguan kamtib di dalam lapas.

“Kami konsisten melakukan deteksi dini melalui penggeledahan kamar secara mendalam. Saya telah menginstruksikan jajaran untuk tidak memberi ruang sedikit pun terhadap kepemilikan barang-barang yang diduga dapat memicu gangguan keamanan. Penguatan ini dilakukan agar setiap petugas selalu waspada dan menjalankan tugas sesuai SOP demi menjamin Lapas Bengkalis tetap dalam keadaan aman dan terkendali,” tegas Priyo.

Ia juga memberikan arahan khusus kepada seluruh personel, terutama CPNS, agar senantiasa mengedepankan kewaspadaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengamanan.

Razia berjalan lancar tanpa gejolak dari warga binaan. Di akhir kegiatan, seluruh hasil temuan didata secara menyeluruh sebagai bahan evaluasi internal guna memperketat sistem pengawasan ke depan.

Di Negeri Junjungan, upaya menjaga lapas tetap aman bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga tentang memastikan setiap sudut hunian tetap menjadi ruang pembinaan yang tertib, manusiawi, dan bebas dari potensi gangguan.**

Komentar