Menjemput Hidayah di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Bengkalis Resmi Menjadi Mualaf

Lapas414 Dilihat

Bengkalis,DuriPos.com — Di balik tembok tinggi dan jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, sebuah momen penuh makna spiritual berlangsung khidmat. Seorang warga binaan bernama Atong resmi memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Al-Ihsan Lapas Kelas IIA Bengkalis, Jumat (23/01).

Prosesi sakral tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembinaan kerohanian Islam yang rutin dilaksanakan pihak Lapas Bengkalis sebagai upaya membentuk kepribadian warga binaan agar lebih baik secara moral dan spiritual.

Pengucapan dua kalimat syahadat dipandu oleh Ustaz Muhammad Farduka, disaksikan langsung oleh petugas pemasyarakatan, serta diikuti 36 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang tergabung sebagai santri.

Kegiatan ini berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan dengan pengawasan Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat) Lapas Kelas IIA Bengkalis Raja Ade Kurniawan, bersama staf Bimkemaswat dan petugas jaga.

Raja Ade Kurniawan menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan.

“Pengucapan dua kalimat syahadat ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal perjalanan spiritual bagi warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap keimanan yang tumbuh ini dapat menjadi bekal positif selama menjalani masa pidana hingga kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Atong mengungkapkan rasa syukur dan haru setelah resmi memeluk Islam. Ia mengaku menemukan ketenangan batin dan harapan baru di balik masa hukuman yang dijalaninya.

“Saya merasa tenang dan bersyukur bisa mendapatkan hidayah di tempat ini. Semoga saya bisa istiqamah menjalankan ajaran Islam dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” tuturnya.

Melalui kegiatan pembinaan keagamaan tersebut, Lapas Kelas IIA Bengkalis terus menunjukkan komitmen menghadirkan pembinaan yang humanis dan bermakna. Upaya ini diharapkan mampu membentuk warga binaan yang beriman, bertanggung jawab, serta siap kembali dan berperan positif di tengah masyarakat.**

Komentar