Bengkalis,DuriPos.com – Di balik tembok tinggi dan jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, Selasa (20/1/2026). Suasana yang biasanya sarat rutinitas pembinaan berubah khidmat saat ratusan warga binaan mengikuti peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Lapangan serbaguna Lapas Bengkalis pagi itu menjadi ruang refleksi, tempat iman dirawat dan harapan ditumbuhkan.
Peringatan Isra Mi’raj kali ini terasa istimewa. Tak sekadar seremonial, kegiatan dirangkai dengan lomba-lomba keagamaan seperti azan, hafalan surat-surat Al-Qur’an, hingga tartil. Lomba-lomba tersebut menjadi wadah ekspresi spiritual sekaligus cermin proses hijrah yang tengah dijalani para warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Prio Tri Laksono, hadir langsung dan menyampaikan pesan yang sarat makna. Ia menegaskan bahwa Isra Mi’raj adalah momentum perubahan, sebagaimana perjalanan spiritual Rasulullah SAW yang mengajarkan kedisiplinan, terutama dalam menegakkan salat.
“Peringatan ini kami jadikan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual. Harapannya, nilai-nilai Isra Mi’raj dapat menginspirasi warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, siap kembali dan diterima di tengah masyarakat,” tuturnya.
Nuansa religius semakin terasa saat penceramah, H. Awaluddin Hasibuan, S.Ag., M.Pd., menyampaikan tausiah. Dengan bahasa yang sederhana dan menyentuh, ia mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan salat sebagai penopang hidup dan kesabaran sebagai kunci menghadapi ujian. Tausiah yang ditutup dengan doa bersama itu mengalirkan ketenangan, menghadirkan haru dan optimisme di wajah para peserta.

Puncak kegiatan ditandai dengan pengumuman serta penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba keagamaan. Untuk warga binaan laki-laki, penghargaan diberikan kepada pemenang lomba azan, hafalan Surat Yasin, dan hafalan surat-surat pendek. Sementara itu, warga binaan perempuan menerima apresiasi atas prestasi mereka dalam lomba tartil Al-Qur’an.
Apresiasi tersebut bukan semata hadiah, melainkan simbol pengakuan atas usaha dan kesungguhan menjalani pembinaan. Ia menjadi pesan kuat bahwa keterbatasan ruang tidak mematikan semangat untuk berprestasi dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Dari balik jeruji besi, peringatan Isra Mi’raj di Lapas Kelas IIA Bengkalis menjelma menjadi cahaya. Cahaya yang menuntun perubahan perilaku, menumbuhkan disiplin, serta menegaskan bahwa setiap insan selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjemput masa depan yang lebih bermakna.**











Komentar